12May2021

banner2
top banner

PETANI SAMBUT BAIK PANEN INPARI 36 DI KABUPATEN SOPPENG

Selasa (22/9/2020) Lolittungro melakukan panen perdana inpari 36 di kabupaten Soppeng. Kegiatan ini merupakan rangkaian akhir dari kegiatan pendampingan produksi benih padi di kelompok tani Massengereng II, desa Lompulle, kecamatan Ganra.

Pendampingan ini telah dimulai sejak tiga bulan lalu. Tujuan awal dari kegiatan ini adalah untuk mengatasi masalah petani terkait ketersediaan benih yang bersertifikat saat awal musim tanam. Tujuan selanjutnya adalah untuk mewujudkan desa mandiri benih sehingga mampu memenuhi keperluan benih untuk kalangan sendiri bahkan jika sudah bersertifikat dapat dijual untuk umum. Kegiatan ini diawali dengan pemberian materi melalui bimtek proses produksi mulai pra tanam hingga paca panen pada perteemuan pertama dipekan ketiga Juli 2020.

Pada kesempatan ini hadir Kepala Loka Penelitian Penyakit Tungro (Lolittungro), Dr. Fausiah T. Ladja, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perikanan dan Ketahanan Pangan kabupaten Soppeng yag diwakili oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan (Kabid Tanaman Pangan), Suhardiman, BPP, PPL dan kepala desa yang bersama-sama melakukan panen perdana.

Petani peserta pendampingan-pun turut hadir untuk bersama-sama melihat capaian produksi. Salah seorang petani bernama Agus Salim mengatakan bahwa beliau puas dengan hasil inpari 36 ini yang lebih tinggi dibandingkan varieetas lainnya meskipun umur tanaman lebih lama. Beliau menambahkan ingin menggunakan inpari 36 dimusim selanjutnya.   

Pada kesempatan ini dilakukan pula ubinan untuk mengetahui potensi hasil. Sebagai tambahan informasi, tempat pendampingan ini merupakan daerah tadah hujan. Potensi hasil yang didapatkan mencapai 9.6 ton/ ha. Hasil ini lebih tinggi dibandingkan dengan varietas yang biasa ditanam, yaitu Mekongga, yaitu sekitar 7.4 ton/ ha. Hal ini cukup menggembirakan karena hampir mendekati potensi hasil inpari 36 yaitu 10 ton/ ha. Kegiatan panen ini pun juga turut membuat perayaan Hari Tani Nasional yang diperingati tanggal 24 September tiap tahunnya menjadi lebih bermakna. 

Dalam arahannya, Kepala Lolittungro akan melanjutkan pendampingan dimusim depan dengan luasan kurang lebih 10 hektar. Luasan ini menjadi dua kali lipat dibanding musim ini. Beliau pun menambahkan akan mengadakan pendampingan lain di kabupaten Soppeng utamanya didaerah marjinal. Arahan Kepala Lolittungro ini disambut baik oleh Kabid Tanaman Pangan kabupaten Soppeng. Koordinasi akan dilakukan sebelum turun tanam di musim tanam Oktober Maret.