12May2021

banner2
top banner

Pendampingan Produksi Benih Padi di Dua Kabupaten untuk Membentuk Desa Mandiri Benih

Salah satu permasalahan petani saat memasuki musim tanam adalah kurang tersedianya benih padi yang bersertifikat. Umumnya petani menggunakan benih dari pertanaman sebelumnya yang perlu dipertanyakan tingkat keseragamannya. Apabila kejadian ini terjadi terus menerus maka dapat mengurangi kualitas dan kuantitas produksi padi. Fakta di lapangan inilah yang menggerakkan Lolittungro untuk melakukan bimtek terkait teknologi produksi padi. Kegiatan ini dikemas dalam acara yang berjudul “Pendampingan Produksi Benih Padi Balitbangtan” yang melibatkan Gapoktan, jajaran PPL dan Dinas Pertanian di Kabupaten Sidrap dan Soppeng. Pada kegiatan pendampingan ini, Lolittungro mengawal mulai dari pemberian benih, materi terkait produksi padi hingga panen. Dasar pemilihan benih yang diberikan menyesuaikan dengan tupoksi Lolittungro yang bergerak pada bidang penelitian penyakit tungro. Sehingga sangat ideal untuk memperkenalkan benih tahan tungro atau biasa dikenal dengan benih taro, yaitu inpari 36.

Kegiatan pendampingan tahap pertama ini telah dilaksanakan untuk kabupaten Sidrap (16/7) dan kabupaten Soppeng (23/7). Pada kegiatan ini disampaikan materi tentang bagaimana memproduksi benih agar diperoleh benih yang seragam sehingga tujuan akhirnya benih tersebut dapat disertifikasi. Pada kegiatan penyampaian materi ini, petani yang hadir serius menyimak pemaparan materi dan ikut aktif berdiskusi. Kegiatan ini dilanjutkan dengan praktik seleksi tanaman padi di lapangan. Praktik seleksi pertanaman yang menyimpang atau yang dikenal dengan roguing dilaksanakan pada umur tanaman kurang lebih 45 – 50 hst atau saat masa vegetatif. Kegiatan diskusi yang awalnya dilaksanakan di pondok setelah penyampaian materi akhirnya dilanjut dilapangan. Sebagian besar petani mengaku sayang ketika harus membuang rumpun padi yang menyimpang. Namun setelah diberi penjelasan terkait pentingnya kemurnian benih produksi, akhirnya petani menyepakati perihal pentingnya seleksi rumpun yang menyimpang. Acara bimtek tahap pertama ini ditutup ketika tengah hari. Namun bimtek masih akan berlanjut dipertemuan selanjutnya yaitu saat seleksi generetatif atau saat tanaman berbunga.(~tan)