12May2021

top banner
banner2

Inpari 36 Lanrang Menunjukan Tajinya Di Kulawi Selatan

 Media akhir tahun lalu tim Loka Penelitian Penyakit Tungro melakukan kunjungan ke daerah sigi, Sulawesi Tengah tepatnya di daerah Kulawi Selatan setelah sebelumnya mendapati informasi adanya serangan tungro di daerah tersebut, yang menyebakan hasil padi tidak maksimal. Sosialisasi penyakit tungro dilakukan bekerjasama dengan BPTP Sulawesi Tengah dan BPP Kulawi selatan dimana diputuskan untuk melaksanakan pendampingan teknologi berupa pengendalian tungro dengan komponen teknologi varietas tahan tungro Inpari 36 Lanrang di daerah tersabut.

Waktu berjalan, petani didampingi oleh PPL dari BPP Lawua pada hari Jum’at (17/07) melakukan panen perdana padi tahan penyakit tungro yaitu varietas Inpari 36 di BPP Lawua, Kecamatan Kulawi Selatan, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah. Hasil dari panen perdana disebutkan mencapai 8.48 ton/ ha GKP. Panen ini dilakukan pada luasan kurang lebih 1.75 ha. Pertanaman sebelumnya menggunakan varietas lain kurang dari hasil sekarang.

Pada acara panen ini dihadiri oleh Dinas TPH Sulawesi Tengah diwakili oleh Kabid Penyuluhan, BPTP Sulawesi Tengah yang diwakili Dr. Syafrudin, Camat Kulawi selatan, Kapolsek Kulawi, Danramil Kulawi serta pengurus poktan dan petani.

Daerah Kulawi Selatan merupakan daerah endemis tungro dimana pada bulan November 2019 pernah mengadakan kunjungan ke tempat ini untuk mengadakan sosialisasi terkait penyakit padi khususnya tungro. Antusiasme petani yang hadir diacara ini sangat tinggi,  ketertarikan mereka terungkap dalam acara diskusi yang dirangkaikan pada acara panen perdana tersebut. Mereka banyak bertanya dimana dan bagaimana mendapatkan varietas ini, hal ini diceritakan bapak Alfonso (BPP Lawua) melalui pesan singkat ketika dihubungi oleh Lolittungro.

Kepala Loka Penelitian Penyakit Tungro Dr. Fausiah T. Ladja pada kunjungan ke Sigi menyatakan harapan yang besar akan pengembangan varietas TARO (tahan tungro) dapat berkembang di daerah Sigi sebagai teknologi pengendalian tungro. Varietas tahan sebagai teknologi yang efektif dalam mengendalikan tungro diharapakan dapat berkembang dengan adanya demplot bantuna benih yang telah diberikan lolittungro dalam kunjungan akhir tahun 2019 di lokasi Kulawi Selatan. Dengan menanam varietas taro pada musim berikutnya mampu menanggulangi masalah kehilangan hasli akibat penyakit tungro.