12May2021

banner2
top banner

Andrometa Sebagai Pestisida Nabati Untuk Vektor Penyakit Tungro

Tungro merupakan penyakit yang menyerang tanaman padi disebabkan oleh virus tungro melalui perantara serangga wereng hijau.  Upaya pengendalian tungro  paling efektif dengan menggunakan varietas tahan, selain mudah, penggunaan varietas tahan untuk mengendalikan tungro cepat terlihat hasilnya.

Pengendalian penyakit tungro dapat juga dilakukan dengan kombinasi strategi pengendalian yang ramah lingkungan, diantaranya pestisida nabati untuk mengendalikan populasi wereng hijau Nephotettix virescens yang merupakan vektor dari penyakit tungro. Selain lebih aman, pengendalian tungro memanfaatkan pestisida nabati dalam jangka waktu lama lebih baik dibandingkan penggunaan pestisida kimiawi yang memiliki efek negatif baik terhadap serangga lain selain sasaran serta efek lingkungan serta pengguna/manusia dalam jangka waktu lama.

Loka Penelitian Penyakit Tungro telah mengembangakan pestisida nabati untuk mengendalikan penyakit tungro yaitu dengan memanfaatkan ekstrak sambilata dan cendawan entomopatogen berupa cendawan Metarhizium anisopliae dengan sebutan larutan andrometa.

Ekstrak sambilata merupakan pestisida nabati yang berasal tanaman sambiloto. Fungsi dari sambiata ini sebagai anti feed (penolak makan) serangga dikarenakan aroma yang dikeluarkan dari ekstrak tanaman sambioto yang tidak disenangi oleh serangga vektor. Hasil penelitian Kusdiaman dan I Nyoman Widiarta (2008) bahwa aplikasi ekstrak daun sambilata pada konsentrasi 1000 ppm mempengaruhi lokasi mengisap wereng hijau dari floem ke jaringan kayu (xylem). Sehingga dapat dikatakan bahwa aplikasi ekstrak daun sambilata dapat mengurangi kemampuan wereng hijau dalam mendapatkan dan menularkan virus tungro yang berkembang biak di jaringan floem.

Sedangkan cendawan Metarhizium anisopliae  merupakan salah satu cendawan entomopatogen yang telah lama digunakan sebagai agen hayati dengan cara kerja menginfeksi beberapa jenis serangga di lapangan.

Cara pembuatan larutan pestisida ini dengan mencampur ekstrak sambilata dan larutan jamur metarhizium. Ekstrak sambilata didapatkan dari perendaman daun sambilata dan batang kering dalam alkohol untuk melepaskan klorofil daun. Larutan metarhizium didapatkan dari hasil isolasi jamur entromopatogen M. anisopliae ke dalam larutan air agar terlarut sempurna. Kedua larutan ini dicampur dan dapat diaplikasikan sebagai pestisida nabati pada pertanaman padi untuk mengendalikan wereng hijau sebagai vektor penyakit tungro.

Aplikasi pestisida di lapangan dapat menekan populasi wereng  hijau yang berarti akan mengurangi kecepatan penyebaran virus, prinsip utama dalam pengendalian penyakit tungro adalah membuat tanaman terhindar dari serangan penyakit tungro yaitu pada saat tanaman padi dalam stadia rentan (fase vegetatif). Penyemprotan pestisida dapat menekan populasi wereng hijau yang berarti dapat mengurangi penyebaran virus.