25May2018

banner3
banner4
banner2
Banner Slider

TINGKAT SERANGAN HAMA WERENG DAN WERENG HIJAU PADA TANAMAN PADI DI SULAWESI SELATAN

Abdul Fattah 1), Arafah 1), dan Hamka 2)
1) Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulawesi Selatan
2) Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulawesi Selatan


ABSTRAK


Penyakit tungro yang disebabkan oleh virus ditularkan oleh hama wereng hijau (Nephotettix virescens), yang merupakan vektor yang cukup efektif menularkan virus sehingga keberadaanya perlu diwaspadai. Selain wereng hijau, wereng coklat (Nilaparvata lugens) juga merupakan hama utama padi yang dapat menimbulkan kehilangan hasil cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat serangan hama wereng coklat dan wereng hijau di Sulawesi Selatan. Penelitian menggunakan dua sumber data, yaitu data sekunder dari BPTPH Maros dan data primer hasil pengkajian BPTP Sulsel. Pengkajian serangan hama wereng hijau terhadap varietas unggul padi dilaksanakan di Kabupaten Pangkep pada MT 2007/2008, dengan Rancangan Acak Kelompok, sembilan perlakuan (varietas) dan 3 ulangan (petani). Varietas yang digunakan adalah Cigeulis, Mekongga, Luk Ulo, Cimelati, Singkil, Konawe, Cisantana, Way Apo Buru, dan Cisadane. Varietas tersebut ditanam pada hamparan petani dengan jarak tanam 20 cm x 20 cm. Dosis pupuk yang digunakan 200 kg Urea + 150 kg SP-36 + 100 kg KCl. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa penularan tungro dalam periode 2005-2010 tertinggi pada tahun 2008 (731 ha). Luas serangan wereng coklat dari dalam periode yang sama tertinggi pada tahun 2009 (526 ha). Tingkat serangan tertinggi dengan kategori ringan (0-25%) adalah seluas 419 ha untuk wereng hijau dan 227 ha untuk wereng coklat. Intensitas serangan tertinggi wereng hijau/tungro ditemukan pada varietas Cisadane (15%) pada umur 15 HST dan 25% pada umur 35 HST. Kemudian disusul oleh varietas Way Apo Buru dengan intensitas serangan 10% pada umur 25 HST dan 20% pada umur 35 HST

Kata Kunci : Tingkat serangan, wereng coklat, wereng hijau , varietas unggul

selengkapnya...