25May2018

banner3
banner2
banner4
Banner Slider

STRATEGI PENGENDALIAN TUNGRO BERDASARKAN KULTUR TEKNIS

Fausiah T. Ladja1), Burhanuddin, A.2), dan Faisal3)
1)Loka Penelitian Penyakit Tungro
2)Balai Penelitian Tanaman Serealia Maros
3)Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Selatan
This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.


Abstrak


Penyakit tungro masih merupakan faktor pembatas terhadap peningkatan produksi padi nasional. Penyakit ini masih menyebar luas di daerah sentra produksi padi. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi ganda dua bentuk virus yaitu rice tungro bacilliform badnavirus (RTBV) dan rice tungro spherical waikavirus (RTSV) dan hanya dapat ditularkan dengan bantuan serangga vektor. Terdapat lima spesies wereng daun yang dapat menularkan virus tungro yaitu Nephotettix virescens, N. nigropictus, N. malayanus, N. parvus dan Recilia dorsalis. Nephotettix virescens merupakan serangga vektor yang paling efisien dalam menularkan virus ini. Gejala khas yang ditimbulkan oleh infeksi virus tungro yaitu daun tanaman padi berwarna kuning oranye yang dimulai dari ujung daun dan selanjutnya berkembang ke bagian lamina daun bawah. Secara umum, tanaman padi yang terinfeksi RTSV secara sendiri tidak menampakkan gejala khas tungro melainkan kerdil ringan, sementara infeksi oleh RTBV saja menampakkan gejala tungro ringan. Apabila tanaman padi terinfeksi RTBV dan RTSV bersama-sama, gejala tungro menjadi parah, termasuk kerdil, perubahan warna daun menjadi kuning atau kuning-oranye, dan penurunan jumlah anakan. Untuk meminimalisasi penyebaran tungro, diperlukan strategi pengendalian yang tepat dan efisien, mengingat sistem penularan virus ini bersifat semi persisten. Strategi pengendalian penyakit tungro dapat dilakukan berdasarkan kultur teknis. Tahap pratanam dapat dilakukan dengan cara pemilihan waktu tanam, tanam serempak, penggunaan varietas tahan, pergiliran varietas, dan eradikasi sumber inokulum. Tahap pesemaian dapat dikendalikan melalui monitoring ancaman di pesemaian, dan penggunaan antifidan penghambat vektor memperoleh virus. Pada stadia vegetatif dengan menanam secara jajar legowo, monitoring ancaman di pesemaian, eradikasi sumber inokulum, pengaturan air, perbaikan pola tanam, konservasi musuh alami, pemanfaatan patogen dan insektisida nabati, dan penggunaan insektisida sintetik.

Kata kunci : virus tungro, strategi pengendalian kultur teknis,

selengkapnya...