25February2018

Banner Slider
banner2
banner4
banner3

RESPON KETAHANAN GALUR-GALUR PADI INBRIDA TERHADAP PENYAKIT TUNGRO

Dini Yuliani dan Dede Kusdiaman
Balai Besar Penelitian Tanaman Padi


ABSTRAK


Evaluasi ketahanan galur terhadap cekaman biotik merupakan upaya penyempurnaan varietas yang dihasilkan oleh BB Padi supaya dapat dimanfaatkan secara luas oleh petani Indonesia. Evaluasi ketahanan beberapa galur padi sawah terhadap penyakit tungro dilaksanakan pada MT 1 2011 di rumah kaca BB Padi. Evaluasi ketahanan terhadap penyakit tungro dilakukan dengan uji penularan yaitu melakukan infeksi buatan pada umur bibit 10-14 hari setelah sebar. Tiap galur ditanam sebanyak 20 bibit dengan tiga ulangan. Tiap galur diinokulasi dengan 2 wereng hijau yang telah mengakuisisi virus tungro dari 3 inokulum berbeda. Inokulum virus tungro berasal dari daerah endemik tungro yaitu Subang Jawa Barat, Lanrang Sulawesi Selatan, dan Magelang Jawa Tengah. Pada tiap 20 galur disisipkan varietas pembanding rentan (IR64) dan pembanding tahan (Tukad Petanu). Pengamatan dilakukan dua minggu setelah inokulasi. Penilaian kerusakan tanaman dilakukan mengikuti Standar Sistem Evaluasi untuk Padi dari IRRI 2002. Dari kegiatan ini telah dilakukan uji ketahanan terhadap 151 galur padi sawah. Hasil uji ketahanan terhadap tungro telah teridentifikasi sebanyak 5 galur tahan tungro yaitu 2 galur tahan inokulum Lanrang (BP10620F-BB4-13-BB8 dan ZHONGZU14) serta 3 galur tahan inokulum Magelang (BP14514-25C-1-GRT, IR77298-5-6-18-CWD, dan BP9458F-19-1-3-B).

Kata kunci: galur inbrida, cekaman biotik, tungro.

selengkapnya...