24January2018

banner4
Banner Slider
banner2
banner3

PERKEMBANGAN POPULASI WERENG HIJAU DAN KEBERADAAN TUNGRO PADA BEBERAPA VARIETAS PADI DI KABUPATEN MANOKWARI

Sudarsono1 dan R. Heru Praptana2

1Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, Jayapura

2Loka Penelitian Penyakit Tungro, Sulawesi Selatan

 

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan produksi populasi wereng hijau Nephotettix virescens dan keberadaan tungro pada beberapa varietas padi yang dilakukan di daerah Satuan Pemukiman 1 (SP 1), Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, Irian Jaya Barat pada bulan Februari - Maret 2006. Sebanyak 8 varietas yaitu Memberamo, Way Apo Buru, Cisantana, Ciherang, IR64, Kalimas, Bondoyudo, dan Tukad Unda, masing-masing ditanam pada petak percobaan berukuran 4x5 dengan 4 ulangan. Penanaman dilakukan secara jajar legowo 2 : 1 (20 cm x 10 cm) pada saat bibit padi berumur 21 hari setelah semai. Dosis pupuk yang digunakan adalah 225 kg/ha urea, 100 kg/ ha SP36. Dan 75 kg/ha KCL, dan dilakukan sebanyak 2 kali pemupukan pada saat tanaman berumur 20 dan 40 hari setelah tanam HST). Pertanaman dipelihara sedemikian rupa sehingga bebas dari gulma ddan tanpa aplikasi pestisida. Pengamatan dilakukan terhadap populasi wereng hijau pada 2, 3, 4, 5, 6 dan 7 MST dan keberadaan tungro pada 2, 4, 6 dan 8 MST. Wereng hijau ditangkap dengan jaring serangga sebanyak 10 kali ayunan ganda sedangkan keberadaan tungro diamati secara visual. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kepadatan populasi wereng hijau tertinggi ditemukan pada varietas Tukad Unda dan intensitas penyakit tungro tertinggi di temukan pada varieta IR64. Varietas kalimas tergolong tahan dibandingkan dengan varietas yang lain karena intensitas penyakit tungro yang terjadi paling rendah.

Kata kunci : wereng hijau, tungro, varietas padi

selengkapnya...