22October2018

banner4
banner2
banner3
Banner Slider

KESESUAIAN TETUA PADI TAHAN VIRUS TUNGRO

R. Heru Praptana1, Fausiah T.L1, A. Muliadi1, A. Bastian1

dan A. Burhanuddin2

1Loka Penelitian Penyakit Tungro, Lanrang, Sidrap, Sulawesi Selatan

2Balai Penelitian Tanaman Serealia, Maros, Sulawesi Selatan

 

ABSTRAK

Penelitian untuk mengetahui kesesuaian tetua padi tahan tungro telah dilakukan di rumah kaca Loka Penelitian Penyakit Tungro Lanrang, Sulawesi Selatan pada MK 2005. Evaluasi ketahanan dilakukan dengan metode test tube. Sumber inokulum virus berasal dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara. Tetua padi yang digunakan adalah Utri Merah, Utri Rajapan, ARC 11554, dab Tukad Unda, serta T(N)1 sebagai pembanding peka. Wereng hijau generasi ke enam digunakan sebagai penular virus tungro. Wereng hijau diinfetasikan pada setiap sumber inokulum selama 24 jam (akusisi virus) kemudian diinokulasikan pada bibit padi pada umur 2 minggu di dalam tabung reaksi yang dimodifikasi selama 24 jam (penularan virus). Penularan dilakukan terhadap 10 bibit pada setiap varietas dan diulang sebanyak 4 kali. Tingkat ketahanan diketahui berdasarkan persentase serangan dan tingkat keparahan gejala tungro pada 2 minggu setelah tanam sesuai dengan Standard Evaluation System for Rice IRRI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua tetua padi terbukti tahan terhadap semua strain virus dengan persentase serangan berkisar antara 0 - 47,5 % dan indeks penyakit antara 1-3. Semua tetua padi sesuai untuk semua virus dari semua lokasi.

Kata kunci : Padi, tungro, ketahanan

selengkapnya...