24January2018

Banner Slider
banner4
banner3
banner2

PROSPEK PENGENDALIAN PENYAKIT TUNGRO DI INDONESIA

A. Haris Talanca, Soenartiningsih, dan M. Yasin

Balai Penelitian Tanaman Serealia, Maros, Sulawesi Selatan

 

ABSTRAK

Tungro merupakan penyakit utama pada tanaman padi di Indonesia. Penyakit ini sudah lama dikenal petani di Indonesia, karena dapat menyebabkan kerusakan sampai 100%. Kerugian yang dirasakan oleh petani akibat serangan penyakit tungri pernah terjadi di Sulawesi Selatan tahun 1972, di Bali tahun 1980 dan di Surakarta tahun 1995, dengan kerugian ditaksir milyaran rupiah. Penyakit tungro disebabkan oleh virus yaitu RTSV dan RTBV. Apabila kedua partikel virus ini menyerang pada tanaman padi, maka akan menimbulkan gejalan khas berupa warna daun yang menguning (oranye), dimulai dari ujung daun dan berkembang kebagian lamina daun ke bawah. Akibat serang dua partikel virus ini pada tanaman padi, maka anakan akan berkurang, tanaman kerdil, dan mulai menjadi pendek, serta banyak yang hampa, sehingga dapat mempengaruhi produksi padi. Pengendalian penyakit tungro yang selama ini  dilakukan adalah 1) penggunaan varietas tahan wereng hijua, 2) menanam padi pada waktu yang tepat, dimana populasi wereng hijau sangat rendah dilapangan, 3) pergiliran varietas tahan wereng hijau. Hal ini dilakukan karena adanya sifat adaptasi wereng hijau pada varietas padi yang ditanama selam 4 -5 musim tanam, dan 4) pemanfaatan mikroorganisme untuk menekan populasi wereng hijau di lapangan. Ada beberapa mikroorganisme seperti cendawan dapat digunakan sebagai pengendali vektor virus tungro yaitu Metarrhizium anisoplie, M. Album, M.  Falvoviride, dan dewasa adalah M. Anisoplie. Belakangan ini konsep pengendalian tungrosudah mulai di arahkan pada virus tungro dengan cara : 1) pembentukan varietas padi tahan tungro. IRRI telah menghasilkan varietas tahan virus tungri yaitu Tukad Pelantu, T. Balia, T. Unda, Kalimas, dan Bondoyudo. Di Indonesia telah dirakit beberapa galur tahan virus tungro dan mempunyai sifat agronomik yang baik yaitu: IR65633-253-3-3-2-3, RUTTS69B-3-3-1-3-3-5, RUTTS96B-15-1-2-2-2-1,bIR73888-2-8-10-3, dan RUTTSG143-B-2-1-3-3-5. 2) pembentukan varietas padi tahan tungro dengan pendekatan bioteknologi, seperti penggunaan metode Coat Protein-Mediated Resistance (CP-MR). Prinsip kerja metode (PC_MR) yaitu mengintegrasikan gen virus (gen coat protein) ke tanaman target. Metode ini sudah berhasil memberi perlindungan terhadap infeksi virus pada tanaman tembakau, jagung, dan alfafa. Namun pada pembentukan varietas pada tahan tungro perlu dipertimbangkan untuk dilakukan dalam upaya perakitan varietas padi tahan tungro, sehingga dapat mendukung kenerlanjutan produksi padi di Indonesia.

Kata Kunci: Tungro, RTSC, RTBV, wereng hijau, mikroorganisme, dan (CP-MR)

selengkapnya...