17July2018

Banner Slider
banner2
banner4
banner3

KEADAAN TERKINI PENYAKIT TUNGRO DI SULAWESI SELATAN DAN STRATEGI PENGENDALIANNYA

 

Burhanuddin

Balai Penelitian Tanaman Serealia, Maros, Sulawesi Selatan

 

ABSTRAK

Propinsi Sulawesi Selatan merupakan salah satu daerah penghasil beras di luar Pulau Jawa, sekaligus sebai lumbung terbesar di Indonesia. Selama 5 tahun terakhir (2000-2004), kontribusi produksi rata-rata 3,75 juta ton/tahun dengan produktivitas rata-rata 4,64 t/ha. Upaya mewujudkan swasembada beras lestari dipengaruhi oleh faktor abiotik dan biotik. Penyakit tungro adalah salah satu faktor biotik yang merupakan penyakit utama pada tanaman padi, disebabkan oleh virus bentuk batang (rice tungro baciliform virue: RTBV dan virus bentuk bulat (rice tungro sohercial virus:RTSV). Si Sulawesi Selatan perkembangan dan penyebarannya masih perlu diwaspadai, terutama di pusat produksi beras seperti di Kabupaten Pinrang, Sidrap, Soppeng dan Wajo. Tahun 1984, total kerusakan mencapai 116.423 ha yang tersebar di 18 kabupaten penghasil beras di daerah ini. Luas serangan tungro selama tahun 2000-2004 rata-rata 325 ha/tahun, menempati peringkat ketiga setelah kresek  dan blas dan menyebabkan kehilangan hasil rata-rata RP 3,39 miliar/tahun. Lebih penting lagi adalah tersebarnya sumber inokulum penyakit tungro di lapangan sehingga  setiap musim tanam padi terserang penyakit tungro. Strategi pengendalian yang perlu diterapkan adalah pengaturan waktu tanam, menanam varietas unggul tahan tungro, musuh alami wereng hijau N. Virescens, menekan pemancaran serangga penular (vektor), dan tanam jajar legowo.

Kata kunci : Tungro, luas serangan, strategi pengendalian

selengkapnya...