24April2018

Banner Slider
banner3
banner2
banner4

VARIASI DAN MEKANISME PERUBAHAN INFEKTIVITAS INOKULUM TUNGRO*)

I Nyoman Widiarta1), Dede Kusdiaman dan Suprihanto
Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Jl Raya No.9, Sukamandi

ABSTRAK


Penyakit tungro disebabkan oleh virus, disebarkan oleh vektor utamanya wereng hijau, Nephotettix virescens. Penyakit tungro penyebarannya meluas di sentra produksi padi (Jawa, Bali, NTB, Kalsel, Sulsel), sering eksplosif pada musim hujan seperti Jawa Tengah pada MH 1994/1995 dan NTB 1998/1999. Pengendalian tungro efektif dengan varietas tahan. Varietas tahan virus sejak tahun 2000 telah dilepas. Untuk pengelolaan ketahanan dilakukan penelitian tentang variasi dan mekanisme perubahan infektivitas inokulum tungro. Pada tulisan ini dihimpun informasi tentang variasi ruang (spatial) dan waktu (temporal) infektivitas inokulum tungro serta mekanisme perubahannya. Identifikasi virulensi dilakukan dengan uji penularan pada 5 varietas tahan virus. Inokulum diambil di daerah endemis tungro di Jawa dan Bali dari varietas peka (IR64). Sebagai penular digunakan wereng hijau, N. virescens populasi Sukamandi. Dari sumber inokulum yang diambil dari lokasi di Jawa dan Bali teridentifikasi empat variasi infektivitas yaitu: 003, 013, 033 dan 043. Infektivitas inokulum bervariasi dalam ruang antar anakan dan rumpun tanaman maupun dalam waktu antar musim tanam. Perubahan infektivitas dipengaruhi oleh stadia tanaman, musim tanam dan pola tanam meliputi pola tanam mozaik, pencampuran benih varietas, pergiliran varietas. Pemahaman variasi infektivitas dapat dimanfaatkan untuk perakitan varietas tahan spesifik lokasi dan manajemen pemeliharaan ketahanan varietas tahan virus.

Kata-kata kunci: Tungro, varietas tahan, inokulum, infektivitas

selengkapnya...