24January2018

banner2
banner4
banner3
Banner Slider

PEMBENTUKAN PADI TIPE BARU TAHAN TUNGRO

Buang Abdullah1, Ifa Manzila2, Adolf Bastian3 dan Burhanuddin3


1, Balai Besar Penelitian Tanaman Padi,

2, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologidan Sumber Daya Genetik Pertanian,

3, Loka Penelitian Tungro.

ABSTRAK

Padi sawah (Oryza sativa L.) mempunyai kontribusi besar dalam produksi beras nasional. Dalam dua dasawarsa terakhir ini produksi padi mengalami pelandaian. Salah satu penyebabnya adalah bahwa hasil varietas unggul baru (VUB) yang ditanam petani sudah mencapai potensi yang optimum. Padi tipe baru (PTB) yang dirancang dan dihasilkan oleh IRRI dengan sifat-sifat: batang kuat dan pendek (80-100 cm), anakan sedikit tapi produktif (8-10 tillers); malai lebat (200- 250 gabah per malai), genjah (110-130 hari), daun tegak, tebal berwarna hijau tua, sistem
perakaran dalam, sehingga akan mempunyai potensi hasil lebih tinggi dari VUB. Pembentukan PTB telah dimulai sejak tahun 1995, empat varietas unggul telah dilepas, yaitu “Cimelati” pada tahun 2001, “Gilirang” (2002), “Ciapus” (2003), and “Fatmawati” (2003). Penyakit tungro merupakan salah satu penyakit utama padi sawah dan dapat menurunkan produksi beras secara signifikan. Karena itu, perlu dirakit PTB yang tahan terhadap tungro. Plasma nutfah sebagai bahan pembentukan PTB yang tahan tungro tersedia, seperti padi local tropical japonica (javanica) untuk pembentukan PTB dan Utri Merah untuk ketahanan terhadap tungro. Populasipopulasi dari yang diturunkan dari persilangan dengan tetua tahan tungro telah didapat. Sejumlah galur-galur harapan PTB tahan terhadap tungro telah diperoleh dan sedang dalam pengujian untuk dieavaluasi daya hasilnya.

Kata kunci: Padi tipe baru, Oryza sativa, potensi hasil, tungro

selengkapnya...