25February2018

Banner Slider
banner4
banner2
banner3

Kendali Ketahanan Genetik Padi terhadap Penyakit Tungro


Studi genetika ketahanan padi terhadap penyakit tungro dilakukan di Balai Besar Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian, Bogor. Varietas padi TN1 digunakan sebagai tetua rentan dan galur OBSTG02-124 sebagai tetua tahan. Dari hasil persilangan tetua tahan dan rentan diperoleh enam kombinasi persilangan yang terdiri atas tetua rentan (P1) sebanyak 55 tanaman dan tetua tahan (P2) 35 tanaman, F1 70 tanaman, F1R 70 tanaman, BC1-1 100 tanaman, BC1-2 100 tanaman, dan F2 300 tanaman. Pengaruh tetua betina dalam penurunan sifat ketahanan terhadap penyakit tungro diidentifikasi melalui reaksi ketahanan pada tanaman F1 dan resiproknya (F1R) melalui uji t. Setiap populasi ditanam dalam pot berisi 5 kg tanah. Tamanan berumur 7-10 hari diinokulasi dengan virus tungro isolat Subang menggunakan 4-5 wereng hijau selama 5 jam. Pengamatan gejala visual setiap individu tanaman didasarkan atas skoring sesuai Standard Evaluation System for Rice. Uji ELISA (non precoated I-ELISA) dilakukan pada umur 21 hari setelah inokulasi menggunakan antibodi poliklonal RTSV (S) dan gabungan RTBV dan RTSV (BS). Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat pengaruh tetua betina terhadap pewarisan sifat ketahanan terhadap penyakit tungro. Ketahanan pada galur OBSTG02-124 dikendalikan oleh dua gen resesif komplementer. Nilai heritabilitas sedang mengindikasikan bahwa lingkungan berperan penting dalam menetukan ketahanan genetik galur tersebut terhadap tungro.
Kata kunci: Genetika, ketahanan, padi, penyakit tungro.

Penulis

:

Ahmad Muliadi1, Nasrullah2, Y.B. Sumardiyono2, dan Y. Andi Trisyono2

Institusi

:

1Loka Penelitian Penyakit Tungro, 2Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada

Topik

:

Genetika ketahanan padi terhadap penyakit tungro

Kategori

:

Padi

Subjek

:

Genetika, ketahanan, padi, penyakit tungro

Halaman

:

87-92


download