25February2018

banner3
banner2
banner4
Banner Slider

Penggunaan Jamur Entomopatogen Metarizhium anisopliae dan Beauveria bassiana untuk Mengendalikan Populasi Wereng Hijau


Wereng hijau (Nephotettix virescens) adalah vektor penyakit tungro yang paling efisien, secara alami dapat terinfeksi jamur entomopatogen seperti Beauveria bassiana dan Metharizium anisopliae. Penelitian telah dilakukan untuk mengetahui pengaruh penggunaan jamur B. bassiana dan M. anisopliae terhadap: 1) mortalitas imago wereng hijau, 2) waktu kematian (lethal time), 3) keperidian dan parameter siklus hidup, dan 4) kepadatan populasi wereng hijau serta musuh alaminya di lapang. Empat tingkat konsentrasi konidia untuk masing-masing jamur digunakan pada uji pendahuluan untuk mengetahui potensi penyebab mortalitas. Digunakan konsentrasi 2,0 x 107 konidia/ml (10 g jamur bersama mediumnya/100 ml aquades) untuk B. bassiana dan konsentrasi 1,4 x 107 konidia/ml (10 g jamur bersamamediumnya/100ml aquades) untuk jamur M.anisopliae. Peubah yang diamati adalah mortalitas imago wereng hijau pada 3, 7, 10, dan 14 hari setelah aplikasi (HSA), kelulushidupan imago, jumlah telur harian, kepadatan populasi wereng hijau, danmusuh alaminya. Untuk tujuan 1, 2 dan 3 dilakukan uji statistik non-parametrik, sedangkan untuk tujuan 4 dilakukan uji statistik parametrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jamur B.bassiana dan M.anisopliae menyebabkan mortalitas imago wereng hijau nyata pada 3-14 HSA. Waktu tercepat terjadinya kematian imago wereng hijau adalah pada 3-7 HSA. LT50 untuk perlakuan dengan jamur B. bassiana dicapai 7,57 hari sedangkan untuk perlakuan dengan jamur M. anisopliae dicapai 8,39 hari. Aplikasi jamur entomopatogen M. anisopliae maupun B. bassiana menekan keperidian wereng hijau menjadi hanya 32-58% betina sehat. Siklus hidup wereng hijau yang tidak terinfeksi jamur entomopatogen dalam hal tingkat reproduksi total (Ro) dan kapasitas peningkatan populasi (rc) lebih tinggi dan waktu generasi lebih panjang (Tc). Aplikasi M.anisopliae di lapang menekan kepadatan populasi wereng hijau tetapi tidak mempengaruhi kepadatan populasi musuh alami (laba-laba). Jamur entomopatogen menekan populasi wereng hijau dengan cara ganda, yaitu langsung mematikan wereng hijau dan secara tidak langsung menekan keperidian wereng hijau.

Kata kunci: Wereng hijau, jamur entomopatogen, mortalitas


Penulis : I Nyoman Widiarta dan Dede Kusdiaman
Institusi : Balai Besar Penelitian Tanaman Padi
Topik :  
Kategori : Hama Penyakit
Subjek :  
Halaman :

46-54

 download