25February2018

banner4
banner3
banner2
Banner Slider

Stabilitas Hasil Padi Hibrida Varietas Hipa 7 dan Hipa 8 dan Ketahanannya terhadap Hawar Daun Bakteri dan Tungro

Pengembangan padi hibrida diharapkan mampu meningkatkan pendapatan petani dan produksi beras nasional, karena daya hasil padi hibrida lebih tinggi daripada padi inbrida. Padi hibrida yang berkembang di Indonesia dilaporkan rentan terhadap hama dan penyakit. Penelitian dilakukan terhadap 7 padi hibrida, termasuk Hipa 7 dan Hipa 8 untuk mengevaluasi daya hasil, ketahanan terhadap hama penyakit utama, dan mutu beras. Pengujian dilakukan di 10 lokasi, yaitu empat lokasi (Klaten, Boyolali, Jember, dan Banyuwangi) pada musim hujan 2007/2008, dan enam lokasi lain (Batang, Grobogan, Subang, Jember, Banyuwangi, dan Subang) pada musim kemarau 2008. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok dengan tiga ulangan. Hasil gabah per plot diamati dan dikonversi ke bobot gabah kering giling per hektar. Analisis kombinasi antarlokasi pengujian dilakukan. Ketahanan padi hibrida terhadap wereng batang coklat, hawar daun bakteri, dan tungro diuji di laboratorium, rumah kaca, dan rumah kasa di Balai Besar Penelitian Tanaman Padi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hipa 7 dan Hipa 8 memberikan hasil rata-rata berturut-turut 7,63 t/ha dan 7,68 t/ha atau 11% lebih tinggi daripada varietas Ciherang. Hasil tertinggi Hipa 7 mencapai 11,42 t/ha, sedangkan Hipa 8 mencapai 10,40 t/ha. Berdasarkan analisis stabilitas hasil, Hipa 7 dan Hipa 8 mampu beradaptasi dengan baik di semua lokasi pengujian. Hal ini berarti kedua hibrida dapat dikembangkan pada ekosistem yang luas. Hipa 7 bereaksi tahan terhadap virus tungro, tetapi rentan terhadap wereng batang coklat biotipe 3 dan agak rentan terhadap Xanthomonas oryzae pv. oryzae (Xoo) patotipe IV dan VIII. Hipa 8 agak tahan virus tungro, agak tahan terhadap Xoo patotipe IV, agak rentan terhadap Xoo patotipe VIII, dan rentan terhadap wereng batang coklat biotipe 3. Hipa 7 dan Hipa 8 mempunyai kandungan amilosa berturut-turut 22% dan 23% dengan tekstur nasi pulen. Beras kepala Hipa 7 dan Hipa 8 berturut-turut sebesar 90,1% dand 84,8%. Rendemen beras pecah kulit kedua hibrida juga tinggi, 80,9% pada Hipa 7 dan 78,6% pada Hipa 8. Berdasarkan keunggulan tersebut kedua hibrida ini potensial diadopsi petani dan diterima konsumen.


Kata kunci: Padi hibrida, potensi hasil, tungro, hawar daun bakteri, wereng batang coklat


Penulis : Satoto, Y. Widyastuti, I. A. Rumanti dan Sudibyo TWU
Institusi : Balai Besar Penelitian Tanaman Padi
Topik : Ketahanannya terhadap Hawar Daun Bakteri dan Tungro
Kategori : Padi
Subjek : Hybrid rice, yield potential, tungro, bacterial leaf blight, brown planthopper, Padi hibrida, potens
Halaman : 129-135

download