04June2020

Banner Slider
banner4
banner6
banner7
banner2
banner3
banner5

Inpari 8 Berkembang di Kabupaten Pinrang

Kementerian Pertanain melalui Badan Litbang Pertanian terus berupaya melaukan inovasi unutk menekan serangan hama dan penyakit tanaman yang berpotensi menurunkan hasil pertanaman guna terwujudnya capaian swasembada pangan berkelanjutan khusunya padi di Indonesia. Langkah Kementerian pertanian terus menghasilkan Varietas Unggul Baru (VUB) tahan penyakit utama padi diantaranya  penyakit tungro telah sejak lama dilakukan. Badan Litbang Pertanian memilikitelah menghasilkan varietas tahan tungro diantaranya Inpari 7 Lanrang, Inpari 8, Inpari 9 Elo serta Inpari 36 Lanrang dan Inpari 37 Lanrang menyusul sebelumnya telah beredar varietas tahan tungro di masyarakat seperti Bondoyudo, Kalimas, Tukad Petani, tukad Balian dan Tukad Unda.

Penggunaan varietas tahan untuk mengendalikan tungro merupakan langkah paling efektif untuk menekan tungro di lapangan, seperti halnya yang dilakukan oleh kelompok tani dari Pinrang. Melalui informasi dari Petugas PPL setempat, Ikhsan tepatnya di daerah binaanya petani menyukai menanam varietas Inpari 8 sejak dulu. Tepatnya di Poktan Sipaenre, Desa Pananrang, Kecamatan Matirobulu, Pinrang, tim Lolittungro mengunjungi poktan Sipaenre untuk menggali lebih jauh informasi lebih jauh, sekaligus untuk memonitoring pertanaman di lapangan pada hari Selasa, 08/10.

Performa tanaman tahan penyakit tungro menjadi alasan utama dalam beberapa tahun terakhir petani disini setia menanam Varietas inpari 8 ungkap Ikhsan, PPL pendamping poktan juga hadir dalam kunjungan tersebut. Beliau menambahkan, wilayah binaanya merupakan salah satu daerah endemis tungro di Pinrang.

"Petani yang telah mencoba menanam varietas lainnya seperti Ciliwung misalnya di lokasi yang sama sebelumnya habis terserang tungro, tidak demikian ketika mereka menanam varietas inpari 8"

Sampai sekarang mereka masih setia dengan varietas tersebut, menambahkan.

Petani mendapatkan benih dari pasar di daerah Pinrang, serta pertukaran antar petani. Benih Inpari 7 lanrang, Inpari 8 dan Inpari 9 merupakan ketiga benih yang sudah beredar banyak di petani di daerah pinrang, khususnya di Matiorbulo menjelaskan dalam diskusi dengan ketua poktan Sipaenre.

Selain inpari 8 poktan ini juga telah mencoba mengembangkan VUB tahan tungro (taro) lainnya yaitu inpari 36 Lanrang dua musim terakhir yang pada saat kunjungan lapang varietas tersebut terlihat berkembang baik di lapangan. Untuk lebih memperkenalkan VUB baru kepada petani, tim lolittungro juga mengajak petani untuk mengembangkan VUB taro lainnya, diantaranya Inpari 37 Lanrang, karena selain tahan tungro, juga memiliki ketahanan terhadap blas. Gayung bersambut, astusias petani unutk mengembangkan varietas lainnya sangat tinggi yang ditunjukkan dengan keinginan bekerjasama untuk kegiatan pengembangan benih produksi dari UPBS Lolittungro di lokasinya.

Inpari 8 merupakan salah satu VUB tahan tungro yang dimiliki Badan Litbang Pertanian dimana memiliki keunggulan sebagai varietas tahan penyakit tungro, serta memiliki potensi hasil mencapai 9,9 ton/ha.  VUB ini dilepas tahun 2009 bersama dengan VUB taro lain yaitu Inpari 7 Lanrang dan Inpari 9 Elo. Ketiga VUB tersebut sampai saat ini masih berkembang baik di lapangan terutama di Provinsi Sulawesi Selatan. Hal ini terlihat dari permintaan benih di UPBS Lolittungro yang setiap musim ketiga varietas tersebut banyak dicari petani terutama dari daerah Pinrang dan Sidrap.