04June2020

Banner Slider
banner7
banner4
banner3
banner5
banner2
banner6

Tingkatkan Kualitas Benih, Lolittungro Kunjungi Produsen Benih Di Sidrap dan Pinrang

Sejak tahun 2011, Loka Penelitian Penyakit Tungro melalui Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS) memproduksi benih sumber tahan tungro yang dimiliki Badan Litbang Pertanian. Inpari 7 Lanrang, Inpari 8, Inpari 9 Elo serta benih tahan tungro terbaru Inpari 36 Lanrang dan Inpari 37 Lanrang.

Menyesuaikan dengan permintaan pelanggan, sejak tahun 2018 UPBS Lolittungro juga mulai memproduksi VUB Baru Balitbangtan seperti Inpari 32, Inpari 42 dan lainnya. Melalui kegiatna diseminasi, diharapkan benih yang dihasilkan UBBS dapat mencukupi permintaan benih terutama di daerah sulawesi Selatan terutama daerah produsen beras seperti Kabupaten Sidrap dan Pinrang.

Dalam pelaksaan produksi benih di UPBS, upaya perbaikan dalam proses produksi benih terus diupayakan oleh manajemen. Penyediaan alat mesin serta dukungan sarna prasarana penunjang terus diupayakan untuk menhasilkan beih yang berkualitas. 

Pada hari pekan pertama bulan Oktober, tepatnya pada hari Rabu (02/10) tim UPBS Lolittungro melaksanakan kegiatan kunjungan lapang ke produsen benih di Pinrang dan Sidrap.

Di Kabupaten Pinrang, Kunjungan diawali dengan mendatangi Instalasi Kebun Benih Leppangan, Pinrang, yang merupakan asset milik pemerintah Provinsi Sulawesi Selata. Dalam kesempatan tersebut tim berbincang dengan staff operasional instalasi dan menggali informasi proses produksi di IKB Lepangan.

Melanjutkan kunjungan yaitu ke PT.Pertani yang lokasinya berbatasan antar Sidrap dan Pinrang. Asep selaku manajer gudang yang sedang bertugas dan mendampingi kunjungan menjelaskan beberapa hal terkit produksi benih di PT. Pertani.

“Benih yang diproduksi berasala dari petani binaan di Sidrap dan Pinrang” ungkap Asep yang sudah sekitar dua tahun bekerja di Pertani. “Buruh sewa harian dengan perjanjian pekerjaan dan ada koordinatornya” ungkapnya di sela-sela diskusi dengan tim.

Beberapa spot gudang prosesing dalam keadaan tidak operasional dikarenakan kegiatan saat ini dalam tahap packing terlihat megah dengan kapasitas yang besar di lokasi yang sama.

Untuk lebih memberikan penjelasan dan gambaran yang lengkap, kunjungan dilanjutkn ke produseni benih Swasta yaitu Produsen Benih Harmoni.

Sugito, selaku pemilik Harmoni yang juga memiliki merk dagang yang sama telah berusaha lebih dari 10 tahun sebagai produsen benih di Sidrap memiliki kapasitas mencapai 500-600 ton per musim, perusahaanya telah terdaftar di e-katalog ungkapnya untuk pemasaran dalam jumlah besar. Tentunya untuk mendukung produksi tersebut didukung alat serta kapasitas gudang yang memadai.

Keberadaan alat serta mesin prosesing yang modern salah satunya menjadi pembeda dari kunjungan pada beberapa produsen benih dibandingkandengan unit produksi yang dimiliki UPBS lolittungro, kapasitas produksi yang mencapai 1 ton/ jam atau bahkan lebih serta didukung kapasitas gudang yang maksimal menjadikan usaha produksi benih baik di Sidrap dan Pinrang jadi pembeda lainnya..

Kunjungan ini dilakukan sebagai untuk mengetahui proses serta efisiensi produksi benih pada produsen benih, sehingga secara perlahan dapat diterapkan oleh UPBS Lolittungro untuk menghasilkan benih bermutu baik.