21November2019

banner5
banner4
banner7
banner3
banner2
Banner Slider
banner6

Peneliti Lolittungro Sampaikan Materi Pengendalian Tungro di Bimtek Petani Milenial

Petani Milenial, istilah yang bekalangan ini banyak terdengar di telinga para pengguna media sosial. Milenial sebagai sebutan untuk orang yang masih muda dengan kisaran umur 19-39 tahun sehingga saat ini merek masih berumur muda, dibawah 30 tahun dan adaptif terhdap teknologi digital. Petani milenial sebagai pemuda/pemudi yang memiliki perhatian yang lebih terhadap pertanian dan bergelut dalam dunia pertanian sebagi petani. Perhatian Kementerian Pertanian terhadap generasi muda yang menggeluti dunia pertanian melalui pemberdayaan generasi muda diantarnaya Petani Milenial dan Santri Tani Milenial yang berasal dari Pondok Pesantren.

Pada hari Rabu, 04 September 2019, bertempat di Aula Balai Pengkajian Pertanian Sulawesi Barat dilaksanakan kegiatan Bimbingan Teknik Petani Milenial yang diprakarsai oleh Puslitbang Tanaman Pangan bekerjasama dengan BPTP Sulawesi Barat. Target peserta adalah para petani muda/milenial yang berasal dari Kabupaten Mamuju serta daerah sekitarnya sejumlah 40 orang petani serta penyuluh. Hadir pula Para Babinsa pendamping dari daerah Mamju.

Loka Penelitian Penyakit Tungro sebagai salah satu Unit Kerja dibawah Puslitbang Tanaman Pangan yang memiliki Tupoksi Pengendaian tungro didapuk sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut. Latar belajang pengendalin tungro sebagai materi utama dalam kegitan tersebut adalah bahwasanya daerah mamuju serta sekitarnya seperti Kalukku merupakan daerah sentra padi serta termasuk dalam endemis tungro. Laporan dari petugas lapangan bahwasanya pada musim tanam I 2018 seluas 68 ha lahan di Kalukku terkena tungro sedangkan pada MT selanjutnya seluas 50 ha terkena tungro kurun waktu Oktober –Maret 2018.  Sehingga kegiatan bimtek mengambil tema pengendalian tungro menjadi penting untuk menekan penyebaran tungro dengan menggunakan VUB taro dan komponen lainnya, diantaranya jarwo biotaro yang menjadi materi dalam bimtek tersebut.

Sebanyak tiga orang peneliti Lolittungro yang menyampaikan materi dalam kegiatan Petani Milenial. Teknologi Budidaya Padi untuk mengendalikan tungro oleh Achmad Gunawan, Teknoogi Produksi benih sumber tahan tungro oleh Peneliti Firmansyah dan Teknologi Biotaro untuk Pengendalian Tungro oleh Peneliti HPT Effi Alfianti.

Kegiatna bimbingan teknik berlangsung selama sehari, dikarenakan antusiasme peserta tinggi terhadap kegiatani ini, kegiatan yang sedianya selesai pukul 16.00 baru selesai menjelang maghrib.

Dalam kesempatan acara bimbingan teknik, disampikan pula bantuan benih taro (tahan tungro) kepada perwakilan petani Mamuju yang diserahkan oleh Kepala Puslitbang Tanaman Pangan Dr. Haris Syahbuddin, Kepala BPTP Sulawesi Barat, Kepala Lolittungro dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mamuju yang hadir dalam kesempatan tersebut.