21October2019

banner7
banner4
banner6
Banner Slider
banner2
banner5
banner3

Monitoring Benih TARO serta Bimtek Pengenalan Tungro di Babel

Tungro merupakan salah satu penyakit yang menyerang tanaman padi, saat ini merupakan penyebab penurunan produksi padi setelah Penggerek Batang, Wereng Batang Coklat, Tikus, Blas dan Kresek. Walaupun tidak menjadi ancaman yang serius, keberadaan virus tungro di lapangan pada kondisi yang memungkinkan dapat merakibat terhadap stabilitas pangan apabila menyerang pertanaman padi. Di Provinsi Bangka Belitung sendiri, keberadaan tungro tidaklah terlaporkan seara signifikan. Sesuai data dari Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan tahun 2018, rerata serangan tungro selama lima tahun terakhir seluas 55 ha terlaporkan. Namun demikin antisipasi berupa pengenalan penyakit tungro sangat penting dilakukan terhadap pengguna informasi baik petani maupun panyuluh.

Pada hari Rabu (31/07) dalam rangka pengenalan serta sosialisasi, antisipasi penyakit tungro di Bangka Belitung, Loka Penelitian Penyakit Tungro melakukan bimtek yang diwakili oleh kepala Lolittungro Dr. Fausiah T. Ladja SP. M.Si atas undangan BPTP Bangka Belitung. Kegiatan ini sekaligus dirangkaikan dengan monitoring pelaksaan batuan benih sumber TARO yang sebelumnya pernah ditanam oleh petani dalam rangka kegiatan penelitian pada bulan September tahun 2018. Menindaklanjuti hasil survey dan pengambilan sampel tanaman teridentifiksi terserang virus tungro kegiatan penelitian patogenesitas yang dilaksanakan di desa Rias, Bangka Selatan, Kepulauan Babel yg dilakukakn september tahun lalu memperlihatkan hasil positif Tungro setelah dideteksi dengan PCR di laboratorium Lolittungro. Sehingga tim peneliti yang berkunjung saat itu menyerahkan sampel benih pada petani di sekitar untuk diujicobakan pada pertanaman yang terserang Tungro.

Sukadi, salah satu petani yang menanam benih yang dibawa Peneliti Lolittungro tahun lalu memberikan testimoni bahwa pertanaman terhindar dari serangan Tungro saat ini,tidak seperti musim sebelumnya. Bahkan hasil ubinan di lahannya mencapai 10ton/ha ungkapya.

Dalan kegiatan bimtek dihadiri para penyuluh dan POPT di Kecamatan Bangka Selatan serta petani di Ds. Rias. Selain itu  hadir juga dalam kegiatan tersebut Peneliti, penyuluh serta teknisi dari BPTP Bangka Belitung. Kegiatan bimtek dilakukan di ruangan BPP Rias serta dilanjutkan peninjauan lapangan untuk pengenalan tanaman bergejala secara langsung.

Dalam kesempatan tersebut BPTP Balitbangtan Bangka Belitung berencana melakukan perbanyakan benih TARO di Kebun Percobaan, melalui bantuan benih dari UPBS Lolittungro.