21October2019

Banner Slider
banner6
banner2
banner7
banner5
banner3
banner4

Menyerasikan langkah untuk program SERASI

 

 

 

Upaya pemerintah dalam mengoptimalkan lahan sub optimal yang ada di indonesia diantaranya lahan rawa yang luasannya cukup besar mencapai 33,4 juta ha melalui kegiatan SERASI yaitu Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani. Pada tahun 2019 kegiatan ini telah dimulai melalui berbagai persiapan yang difokuskan pada tiga wilayah rawa yaitu Kalimantan Selatan, Sumatra Selatan dan Sulawesi Selatan.  

Dalam upaya mensukseskan kegiatan SERASI pada masing-masing wilayah, kementan melakukan upaya pendampingan melalui sumberdaya yang dimiliki yaitu pegwai kementerian pertanian melaui program datasering/pengumandahan. Pada tanggal 12-13 Juni 2019 dalam upaya persiapan kegiatan serasi diadakan acara pembekalan untuk peserta detasir program SERASI. Acara dilaksnaakan di Aula gedung Sekretariat Badan Litbang Kementerian Pertanian. Dalam acara tersebut, dilakukan pengarahan oleh Kepala Badan Litbang Pertanian Kepala Badan Litbang Kementerian Pertanian, Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si. Dilanjutkan penjelasan mengenai program SERASI dan karakter tanah rawa secara panel oleh Kepala BPTP Sumatera Selatan, Kepala Balitra dan perwakilan dari BPTP  Kalimantan Selatan. Dilanjutkan pertemuan siang harinya di aula Ditjen Tanaman Pangan yang melibatkan eselon satu kementerian pertanian serta TNI AD.

Pelaksanaan pemberkalan hari kedua dilakukan di Kampus penelitian Cimanggu, tepatnya di Aula Balitro yang membahas perihal pubahan SKP dan teknis administrasi untuk peserta selama Detasir berlangsung. Serta materi pendukung lainnya.

Untuk lebih memotovasi peserta dalam mensukseskan kegiatan SERASI, pada hari kedua tersebut dilakukan pemberian motivasi serta pengalaman Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi M. Agr. yang merupakan Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Infrastruktur menceritakan pengalaman beliau selama detasir dan perihal lahan rawa yang merupakan salah satu bagian keahliannya.

Sebagai upaya mensukseskan kegiatan SERASI, Bdan Litbang melibatkan sebanyak 60 orang yang kemudian akan dibagi dibeberapa desa di tiga kabupaten masing-masing di Sumatera Selatan dan Kalimantan Selatan. Loka Penelitian Penyakit Tungro sendiri berpartisipasi melalui dua orang pegawainya untuk kegiatan serasi di Provinsi Kalimantan Selatan dan Sumatra Selatan. Adapun target lahan yang akan dibuka sebanyak 500.000 ha total dari kedua lokasi tersebut. Pendampingan program SERASI ini akan dilakukan secara sinergi dari kelima bagian tersebut diatas dengan menerjunkan satu orang dari masing-masing bagian untuk tiga sampai sembilan desa.