21November2019

banner3
banner6
Banner Slider
banner7
banner4
banner5
banner2

Antisipasi Tikus, Lolittungro lakukan gropyokan tikus

Tikus merupakan salah satu hama utama yang menyerang tanaman padi, keberadaan hama ini sangat menganggu keberlangsungan budidaya petani dalam upaya meningkatkan produktivitas serta pendapatan petani. Berdasarkan data dari Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan, Kementerian Peetaniain pada periode tahun 2013-2017 luas serangan hama pengerat ini mencapai 125.288 ha dan seluas 3.018 ha mengalami puso lebih besar kerugiannya dibandingkan akibat yang disebabkan oleh hama lain diantaranya penggerak batang dimana pada periode yang sama mencapai 64.649 ha dan  1.205 ha mengelami galal panen.

Dalam upaya meminimalisir dampak serangan tikus di areal pertanaman IP2TP Lanrang, menghadapi Musim Tanam II 2019 Loka Penelitian Penyakit Tungro (Lolittungro) melaksanakan kegiatan gropyokan hama tikus pada hari Jum’at (10/05). Kegiatan ini menjadi rutin dilaksanakan setiap mengawali musim tanam padi mengingat keberadaan hama tikus sangat merugikan.

Walaupun waktu pertanaman memasuki bulan Ramadhan, tidak menyurutkan para penggarap untuk bersama-sama melaksanakan kegiatan gotong royong ini. Dimulai dipagi hari, dikoordinir oleh Kepala IP2T Muhammad Haiqal, kegiatan gropyokan tikus menyasar lubang-lubang yang diindikasikan sebagai sarang tikus di sekitar areal pematang sawah serta jalan.

Kegiatan pemberantasan dilakukan dengan menggunakan alat emposan, serta alat manual berupa bambu ataupun alat lainnya untuk memberantas tikus. Dari pelaksanaan kegiatan pemberantasan peroleh tidak kurang dari 150 ekor tikus yang berhasil dibasmi.

Pemberantasan hama tikus merupakan salah satu komponen kesuksesan pelaksanaan kegiatan budidaya pertanaman padi, akibat yang disebabkan oleh serangan tikus sudah menjadi masalah sejak dulu, periode reproduksi yang cepat dari hama ini menjadikan jumlah di lapangan tidak terkira apabila tidak diimbangi dengan pelaksaan pemberantasan, sehingga kegiatan pemberantasan merupakan langkah yang tepat dalam upaya pengamanan hasil pertanaman.