21November2018

banner3
banner4
banner2
Banner Slider

Varietas TARO disukai di Bali

Varietas TARO (tahan tungro) merpakan beberapa varietas tahan tungro yang dimiliki Badan Litbang Pertanian diantaran Varietas Inpari 7 Lanrang, Inpari 8, Inpari 9 Elo dan Inpari 36 serta Inpari 37 Lanrang. Keberadaan varietas ini dirakit oleh peneliti Badan Litbang Pertanian sebagai bentuk jawaban unutk mengedalikanpenyakit tungro yang saat ini merupakan salah satu penyakt utama yang menyerang padi yang potensial menyebabkan penurunan hasil.

Berdasarkan kunjungan yang dilakukan Kepala Loka Penelitian Penyakit Tungro Dr. Fausiah T. Ladja, disela kesibukannya menghadiri Rapat Koordinasi di Bali beliau menyempatkan diri untuk berkunjung ke lokasi kegiatan yang dilaksanakan oleh BPTP Bali pada hari Jumat 09 September yang lalu. Petani yang menanam varietas TARO menyukai varietas yang ditanamnya selain karena produksi tinggi, ketahanan penyakit tidak hanya tungro namun tahan penyakit blas, serta rasa nasi pulen, begitu pesan yang tersampaikan oleh Bu Uci begitu beliau biasa disapa.

Petani setempat berencana menanam varietas ini musim depan, tambahnya. Beberapa kelompok tani sudah melaksanakan panen, sedangkan beberapa lokasi yang berbeda pertanaman masih berumur sekitar 45 hst.

Tepatnya di Kecamatan karangasem dan Jembrana, melalui kegiatan Gelar Teknologi Jajar Legowo Super yang dilaksanakan oleh BPTP Bali dengan varietas TARO untuk mengendalikan tungro di wilayah tersebut hasil panen yang diperoleh Inpari 36 Lanrang dan Inpari 37 Lanrang mencapai 7 ton/ha dan 7,7 ton/ha. Mendekati potensi hasil dari Inpari 36 Lanran dan Inpari 37 Lanrang yang mendapai 10 ton/ha dan 9,1 ton/ha.  

Antusias petani menanam varietas TARO menjadi pertanda baik, karena secara langsung akan menekan luas serangan tungro.

Selain Inpari 36 dan 37 Lanrang, varietas TARO yang juga didemplotkan di Bali yaitu Inpari 7 Lanrang, Inpari 8 dan Inpari 9 Elo.