22October2018

banner3
Banner Slider
banner2
banner4

Distribusi Benih Tahan tungro dari UPBS Lolittungro

Kementerian Pertanian mencanangkan tahun 2018 sebagai tahun perbenihan Nasional. Target swasembada komoditas tanaman pangan diantarnaya Padi yang tahun ini berupaya mempertahan kan swasemabda berkelanjutan, kedelai yang ditaragetkan swasemabda tahun 2020 begitu pula komoditas jagung yang menjadi target pemenuhan kebutuhan jagung nasional.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian selaku salah satu bagian dari Kementerian Pertanian terus berupaya mendukung Program Kementerian  dalam melalui inovasi teknologi yang dihasikan. Pada tahun ini Badan Litbang menargetkan pemenuhan kebutuhan benih selaku salah satu teknologi yang dihasilkan untuk dipenuhi sebesar 40 % kebutuhan Nasional.

Melalui Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS) di hampir tiap Provinsi di Indonesia, Badan Litbang berupaya mendukung program pemerintah melalui pemenuhan kebutuhan benih bermutu. UPBS Loka Penelitian Penyakit Tungro tahun 2018 menargetkan sebanyak 230 ton benih yang dihasilkan melalui UPBSnya. Kebutuhan akan benih pokok dilapangan akan dipenuhi melalui kegiatan Produksi benih sumber sebanyak 30 ton tahun ini. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan petani langsung, diproduksi benih sebar yang direncanakan sebanyak 200 ton yang dipenuhi dari dua musim tanam tahun 2017/2018 dan musim tanam 2018.

Sampai dengan tahun 2017, Loka Peneliitan Penyakit Tungro telah mendistribusikan lebih dari 200 ton benih pokok sejak mandat produksi benih dari Kementerian Pertanian tahun 2011. Distribusi benih pokok dari Lolittungro mencapai sebagian besar wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Banten, Bali, Aceh, Maluku Utara, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Papua Barat dan Papua.

Distribusi benih produksi UPBS Lolittungro keluar Daerah Sulawesi Selatan secara umum menyebar melalui kegiatan diseminasi serta penelitian yang dilaksanakan di lokasi-lokasi tersebut, selain itu kerjasama dengan BPTP setempat menjadikan penyebaran benih hasil UPBS Lolittungro tersebar lebih jauh.

Saat ini UPBS Lolittungro memproduksi benih tahan tungro produksi Badan Litbang Pertanian diantaranya Inpari 7 Lanrang, Inpari 8, Inpari 9 Elo, serta Inpari 36 Lanrang dan Inpari 37 Lanrang. Keberadaan VUB tahan tungro yang dikenal sebagai benih TARO yang dihasilkan UPBS Lolittungro secara umum telah menekan perkembangan penyakit tungro di Indonesia terutama di wilayah-wilayah endemsi tungro.