19August2018

Banner Slider
banner4
banner2
banner3

TUNGRO DI KERINCI

Kerinci,  orang awam mengenalnya sebagai sebuah gunung di Indonesia, berlokasi di Provinsi Jambi. Penamaan Gunung Kerinci lebih tepatnya dikarenakan lokasi gunung tersebut berada di Kabuapten Kerinci, salah satu kabupaten di Provinsi jambi yang memiliki keindahan alam salah satunya pegunungan kerinci itu sediri. Selain keindahan alamnya, kerinci merupakan salah satu daerah penghasil tanaman pangan terutama padi bagi Provinsi Jambi.

Pada akhir Maret 2018, Lolittungro menerima empat sampel tanaman padi varietas Cigeulis, Ciherang, Mekongga, Inpari 28 dari Peneliti BPTP Jambi. Sampel berumur sekitar 21-35 HST tersebut berasal dari Desa Hiang, Kecamatan Sitinjau Laut, Kabupaten Kerinci, Jambi.  Di Lapangan, keempat sampel ini menunjukkan gejala mirip tungro.

Setelah dilakukan deteksi menggunakan Polymerase Chain Reaction (PCR), semua sampel tersebut positif terinfeksi virus tungro. Menanggapi hasil pengujian tersebut, tim Lolittungro melaksanakan kunjungan ke lokasi, sekaligus melakukan beberapa pengambilan sampel uji untuk penelitian yang pada tahun ini direncanakan dilakukan di Provinsi Jambi.

Pengambilan sampel tungro dilakukan di Desa Hiang, Kec Sitinjau Laut, Ds. Kemantan Agung dan Ds. Baru Sungai Medang Kec. Air Hangat Timur.

Dalam kesempatan tersebut, peneliti Lolittungro yang dipimpin Kepalanya Dr. Fausiah T. Ladja bekerjasama dengan BPTP Jambi melaksanakan kegiatan penyuluhan terkait pengenalan gejala tungro di lapangan dan pengendalian tungro, serta pengenalan varietas tahan kepada THL PHP Depati Tujuh, PHP Danau Kerinci serta petani setempat.

Laporan tungro dilapangan berawal dari kepala BBI Hiang, Pendri yang sebelumnya adalah seorang PHP Kec. Siulak. Beliau mengatakan gejala ini sudah ada sejak kurang lebih dua tahun yang lalu.  Berbagai macam pengendalian telah dilakukan, namun apabila hasil diagnosis kurang tepat pengambilan keputusan juga tidak tepat. Pendri yang saat kunjungan juga mendampingi peneliti Lolittungro di lapangan melihat gejala yang dirisaukan petani setempat berinisitaif melaporan serangan tersebut.

Penyakit tungro yang disebabkan oleh perantara Wereng Hijau pada kondisi yang mendukung perkembangannya dapat menimbulkan kerusakan, pada akhirnya dapat menyebabkan padi tidak tumbuh secara optimal bahkan berakibat gagal panen. Eradikasi sumber inokulum atau rumpun bergejala merupakan salah satu langkah pencegahan yang dapat dilakukan oleh petani ketika mendapati serangan di lapangan. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir penyebarluasan penyakit ini ke pertanaman lain disekitarnya.