25May2018

banner2
banner3
banner4
Banner Slider

Panen Inpari 37 Lanrang, Petani Halmahera Utara Antusias

Terdapat suasana yang berbeda pada hari Selasa, 13/03 di Desa Soa Hukum dan Desa Makarti, Kec. Kao Barat, Kab. Halmahera Utara. Terdapat kegiatan panen di areal petani pada luasan lahan 300 Ha.

Panen kali ini yaitu Inpari 37 Lanrang yang dilakukan secara simbolik oleh Kepala BPTP Maluku Utara Dr. Ir. Bram Brahmantyo, MSi., bersama Kadis Provinsi Malut, Kadis Pertanian Kab. Halmahera Utara, Kadis Pangan Kab. Halmahera Utara, Kasdim 1508, Ka Cab. Bank BRI, Kasi Pengadaan Bulog, Perwakilan BPSB.  Selanjutnya dilakukan panen menggunakan Combine Harvester di areal pertanaman tersebut.

Kegiatan panen dirangkan dengan  dialog bersama para petani, Kadis Pertanian Kab. Halmahera Utara. Dalam pernyataanya Kadistan Halmahera Utara menyampaikan pasokan beras dapat dipasok dari dalam daerah. Target produksi  Halmahera utara mencapai 2200 ton beras, sehingga dapat mencukupi kebutuhan. 

“Harapannya kita tidak mendatangkan beras dari luar”. Ini adalah tugas berat melanjutkan. Untuk mewujudkan target tersebut dilakukan melalui program UPSUS Pajale, koordinasi dilaksankan antara Dinas Pertanian, Balitbangtan, TNI, dan Bulog untuk mencapai target tersebut.

Posisi hilir dalam menjawab tantangan ini adalah inovasi teknologi. Paket teknologi masih perlu dukungan untuk mendorong implementasinya, karena tidak mudah menggerakkan secara sosial petani. Strategis dukungan TNI diupaya untuk membantu implementasi penerapan teknologi tersebut.

Inovasi teknologi yang dipilih didesiminasikan oleh BPTP Malut adalah penerapan teknologi jarwo Inpari 37 Taro. Jarwo Inpari 37 Taro merupakan paket teknologi budidaya tanam jajar legowo dengan komponen teknologi varietas unggul tahan tungro (Taro) Inpari 37 lanrang di daerah endemis tungro. Kecamatan Kao Barat, Kab. Halmahera Utara merupakan daerah endemis Tungro, hampir tiap musim tanam petani mengeluhkan serangan penyakit tungro pada pertanamannya. Pertimbangan spesifik lokasi inilah teknologi varietas Inpari 37 di tanam.

Hasil panen lapangan cukup menggembirakan, yaitu mencapai 7,6 ton/ Ha. Panen ini merupakan hasil diatas rata-rata yang mencapai 6,3 ton/Ha. Selain tahan tungro dan hasil tinggi, Gito petani yang menanam  Inpari 37 Lanrang memiliki keunggulan lain.

“Inpari 37 lanrang memiliki keunggulan lain yaitu tahan rebah” ungkapnya.

Melanjutkan harapan beliau Inpari 37 Lanrang beserta teknologi  Jarwo menjadi andalan peningkatan hasil panen di daerah endemis.