24October2018

banner4
Banner Slider
banner2
banner3

Koordinasi Sergap Gabah di Kabupaten Wajo.

Koordinasi dilakukan untuk memaskimalkan serapan gabah oleh bulog dari petani dii Kabupaten Wajo. Pada hari Selasa (06/030 Loittungro selaku LO UPSUS di Kabupaten Wajo melaksanakan koordinasi ke beberpaa instansi terkait diantaranya Perum Bulog dan Kodim Wajo.

Kabupaten Wajo merupakan salah satu daerah yang masih panen sampai dengan saat ini, namun demikian serapan gabah petani oleh bulog belum maksimal dikarenakan harga gabah di tingkat petani lebih tinggi dari harga pembelian pemerintah.  Pertemuan dengan Kodim Wajo dilakukan dengna berdiskusi perihal masalah serta kendala yang dihadapi dalam melaksankan kegiatan Sergap di Wajo oleh TNI yang langsung bertemu dengan Komandan Kodim 1406 Wajo. Sedangkan koordinasi dengan Bulog diwakilii oleh Wakil Kepala Bulog Sub Divre Wajo.

Untuk sementara Pemerintah Kabupaten Wajo baik Bupati, Dandim dan Bulog terus melakukan upaya untuk mempercepat penyerapan gabah.

Salah satu langkah yang diambil untuk mesikapi kondisi di lapangan, Bulog bekerjasama dengan Mitra untuk mencukupi kuota bulog. Mitra yang telah bekerjama membeli gabah sesuai dengan harga pasar, selanjutnya dilakukan prosesing dan dibeli dengan harga Rp. 8.760/kg  kelas medium dan premium Rp. 9.200/kg

Direncanakan sejumlah 10 mitra siap membantu dalam mensuplai beras ke Bulog.

Kabupaten Wajo sendiri serapan gabah petani atau sergap masih jauh d atas target yg diberikan. Sampai dengan saat ini Total beras yg sudah masuk d gudang bulog sejumlah 664 ton dari total target sebanyak 40.000 ton. 

Angka ini akan trus bertambah seiring berjalannya waktu, mengingat panen masih berjalan di Kabupaten Wajo.

Loka Penelitian Penyakit Tungro selaku Unitkerja yang memiliki tugas sebagai endaping kegiatn UPSUS di Kabupaten Wajo dan Sidrap terus berupaya berkoorodiansi dengan seluruh pihak di Wajo untuk mensukseskan kegiatn sergap di Wajo.