25February2018

Banner Slider
banner2
banner4
banner3

Panen Padi di Awal Musim Hujan, Untung Ada Combine Harvester

Pemanfaatan teknologi terbukti memberikan keuntungan dalam kegiatan pertanian.  Akhir tahun mayoritas wilayah Sulawesi Selatan telah memasuki musim hujan, begitu pula dibeberapa wilayah di Wajo pada bulan yang sama masih berlangsung panen padi. Kegiatan Panen memanfaatkan alat mesin panen Combine Harvester pada musim hujan membuat proses panen lebih cepat dibandingkan manual. Hari Sabtu, 24 Desember 2017 kegiatan  Panen di lahan kelompok tani Tunas Muda 1 di Desa Ujung Tanah, Kecamatan Bola, Kabupaten Wajo, Sulsel yang dimulai bersamaan dengan awal musim hujan.

Kegiatan panen pada musim hujan bukan kendala lagi, dikarenakan keberadaan combine harvester yang bisa memanen sekitar 3-4 ha per hari, hal ini sangat membantu petani dalam mempercepat panen.

Luas lahan sawah di desa ini sekitar 600 ha, masih tersisa 450 ha yang siap dipanen hingga akhir Januari mendatang. Panen varietas Ciherang ini disaksikan oleh staf Dinas Pertanian, Babinsa, Kepala Desa, Penyuluh, dan kelompok tani.

Fausiah T Ladja, PJ UPSUS Kabupaten Wajo Sulsel mengungkapkan bahwa produktivitas varietas Ciherang tersebut yang masih tergolong rendah, hanya berkisar 4 - 4,5 ton/ha, dengan harga Rp. 4.500/kg GKP. Musim depan akan dilakukan pendampingan terkait penerapan inovasi teknologi Balitbangtan Kementan, dengan melibatkan dinas terkait untuk mengejar peningkatan produksi mencapai 8-9 ton/ha.

Hal ini untuk memfollow up keinginan petani setempat untuk mengadopsi inovasi teknologi berupa VUB. Petani bersedia menjadi penangkar benih padi produksi Kementerian Pertanian, lanjut Fausiah, Karena selama ini kualitas benih bantuan yang mereka terima kurang bagus. Keinginan kelompak tani ini merupakan salah satu pintu masuk untuk mendaratkan VUB Balitbangtan