19August2018

banner2
Banner Slider
banner3
banner4

Bimbingan Teknis Produksi Benih dan Teknologi Budidaya Padi dan Jagung Hibrida di Sulsel

Melanjutkan kegiatan menyambut tahun 2018 yang dicanangkan Kementerian Pertanian sebagai tahun perbenihan, Loka Penelitian Penyakit Tungro bersama dengan Balai Penelitain Tanaman Serealia Maros melaksanakan Bimbingan Teknis Produksi Benih dan Teknologi budidaya Jagung Hibrida dan Padi. Setelah sebelumnya dilaksanakan di Sidrap. Kegiatan serupa juga dilaksanakan di Kabupaten Wajo dan Bone.  Kegiatan Bimbingan teknis dilaksanakan berturut-turut pada hari Selasa dan Rabu tanggal 5 dan 6 Desember 2017.

Kegiatan  Bimtek  di Kabupaten Wajo dilaksanakan di Aula BPP Palaguna, Pamanna, Kabupaten Wajo sedangkan kegiatan Bimtek di Bone dilaksankan di Aula Dinas Pertanian Kabupaten Bone.

Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan dinas pertanian Kabupaten, PPL serta penyuluh dan petani padi dan Jagung setempat.

Kegiatan bimtek Jagung Hibrida dan Padi dilaksanakan bekerja sama Balitsereaal Maros dan Lolittungo Lanrang bertujuan untuk memberikan pengetahuan perihal produksi benih padi dan Jagung Hibrida. Selanjutnya kegiatan bimtek ini selain memberkan informasi perihal perbenihan, juga diharapkan keluaran dari kegiatan bimtek ini petani Wajo dan Bone berminat menjalin kerjasama memproduksi benih Jagung Hibrida yang dihailkan oleh Badan Litbang Pertanian.  Dalam kesemptan tersebut dihadirkan pula pihak lisensor produk jagung hibrida yang telah bekerjasama dengan Balitsereal memproduksi Jagung Hibrida Badan Litbang Pertanian.

Kendala harga yang saat ini membuat petani ragu Harga yang menjadi kendala dalam petani meningkatkan minat petani menanam jagung diberikan alternatif oleh Kepala Balitsereal dengan terlebih dahulu penandatangan kesepakatan harga pembelian, dengan memperhatikan syarat serta pendampingan dari peneliti Balitsereal dalam melaksanakana produksi benih Jagung Hibrida.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan pemberian bantuan benih Jagung Hibrida NASA 29 serta Benih Taro yaitu Inpari 36 dan Inpari 37 Lanrang kepada perwakilan petani di Wilayah Wajo dan Bone.