19August2018

banner4
banner3
Banner Slider
banner2

Deteksi penyakit tungro mengunakan PCR dilakukan di Lolittungro

Penyakit tungro merupakan salah satu penyakit yang menyerang tanaman padi. Keberadaanya masih menjadi permasalahan di tingkat petani, pada kondisi lingkungan mendukung perkembangan virus tungro, penyakit ini dapat menyebar secara luas di lapangan.  

Identikasi serangan tungro pada padi selama ini diidentifikasi lapangan melalui penampakan tanaman yang terkena serangan virus tungro. Namun identifikasi langsung penampakan dilapangan kadang memerlukan keahlian tersendiri bahkan kekeliruan mengidentifiaksi tanaman padi terserang tungro hampir serupa dengan gejala defisiensi nitrogens serta serangan penyakit lain seperti kerdil rumput yang disebabkan oleh wereng coklat.

Pengujian penyakit tungro dengan teknologi molekuler dilakukan dengan teknik PCR (Polymerase Chain Reaction) merupakan teknik laboratorium yang dapat menggandakan asam nukleat (DNA) virus di dalam mesin pengganda DNA. Virus tungro batang ataupun virus tungro bulat pada tanaman padi dapat dideteksi, walaupun kadarnya sangat kecil.

Secara garis besar, PCR meliputi tahap-tahap ekstraksi DNA dari contoh tanaman, penggandaan DNA dengan menggunakan primer khusus, visualisasi hasil penggandaan DNA dalam gel agarose melalui cara elektroforesis, terakhir gel tersebut diwarnai (staining) dengan ethidium bromida, sehingga pita-pita DNA virus dapat diamati dengan jelas, sedangkan dari contoh tanaman tidak terinfeksi virus, tidak ada pita DNA.

Loka Penelitian Penykit Tungro (Lolittungro) selain melaksankan penelitian teknologi pengendalian penyakit tungro, melalui teknologi yang telah tersedia melakukan deteksi virus melalui labolatorium virologi di Lolittungro.

Dalam rangkaian kegiatan di Sulawesi Tengah belum lama ini, Lolittungro berkesempatan mengambil sampel tanaman yang diidentifikasi tungro yaitu di KP. Sidondo, Palu, Sulawsi Tengah.

Berdasarkan hasil uji labolatorium mengunakan PCR, sampel tanaman positif  terdeteksi menginfeksi Padi, selain pada padi, virus tungro didentifikasi pada gulma yang ditemukan dari jenis Ciperus Rotundus.

Saat ini Labolatorium Lolittungro menerima sampel tanaman untuk dilakukan deteksi penyakit tungro, apakah positif tertular tungro atau virus lain.

Seperti halnya yang belum lama ini menerima sampel tanaman teridentifikasi tungo dari BPTP Papua. Varietas yang diidentifikasi tungro yaitu Mekongga.  Hasil pengujian menunjukkan tanaman potitif tereinfeksi virus tungro (RTBV dan RTSV). Dari beberapa sampel diperoleh kadar virus yang ditunjukkan oleh konsentrasi DNA virus beragam,