25February2018

banner4
Banner Slider
banner3
banner2

Teknologi Jarwo Super dengan Taro 36 37, Solusi Produksi Padi Di Daerah Endemis Tungro

Penyakit tungro merupakan salah satu penyakit yang menyerang padi, walaupun saat ini bukan menjadi penyebab penurunan produksi padi yang utama, namun keberadaan penyakit tungro di suatu wilayah dapat menggangguu stabilitas produksi padi sewaktu waktu.

Keberadaan penyakit tungro di daerah endemis tidak bisa dilepaskan dari budidaya pertanian yang masih menggunakan varietas rentan, serta teknis budidaya yang masih minim input teknologi didalamnya. Penggunaan Varietas tahan efektif dalam mengendalikan tungro, terlebih dikombinasikan dengan teknologi budidaya padi dapat menekan kehilangan hasil serta meningkatkan produksil.

Badan Litbang Pertanian melalui Loka Penelitian Penyakit Tungro berusaha terus untuk menghasilkan teknologi pengendalian tungro di daerah endemis, salah satu teknologi yang diperkenalkan dalam kegiatan Temu Lapang dan panen Perdana belum lama ini di KP Lanrang yaitu Paket Teknologi Jajar Legowo Super dengan Taro 36 37. Paket teknologi tersebut dapat meningkatkan produksi padi di daerah endemis, berdasarkan hasil ubinan bersama yang dilaksanakan bersama oleh BPS dan Dinas Pertanian setempat teknologi Jajar Legwo Super dan VUB Inpari 36 Lanrang yang dilakukan di Lanrang sebagai daerah endemis tungro di Sulsel diperoleh hasil ubinan sebesar 9,1 ton/ha.

Teknologi Jarwo Super merupakan salah satu teknologi yang dimiliki Balitbangtan berupa teknologi budidaya Jajar Legowo serta beberapa input teknologi lainnya diantaranya pemberian biodekomposer,pemberian pupuk hayati, penggunaan pestisida nabati Bio Protector, serta penggunaan alat mekanisasi pertanian modern (transplanter maupun combine harvester). Taro 36 37 sendiri merupakan VUB tahan tungro Balitbangtan Inpari 36 Lanrang dan Inpari 37 lanrang. Rata-rata produktivitas Inpari 36 Lanrang dan Inpari 37 Lanrang yaitu 7,6 dan 6,3 ton/ha, sedangkan potensi hasil Inpari 36 Lanrang mencapai 10,0 ton/ha sementara Inpari 37 Lanrang mencapai 9,1 ton/ha.