17December2018

Banner Slider
banner4
banner3
banner2

Upgrading Standar Manajemen Mutu, Lolittungro adakan In House Training ISO 9001:2015

ISO 9001 merupakan standarisasi ISO seri 9000 yang berorientasi pada layanan pelanggan dan standar manajemen mutu (SMM), dengan berjaannya waktu, situasi dan tantangan selalu mengalami perubahan dari tahun ke tahun. Hal ini tentu sangat berpengaruh pada manajemen mutu suatu lembaga/perusahaan. Untuk menyesuaikan situasi terkini, ISO 9001 perlu diperbarui. Beberapa persyaratan ditambahkan pada versi 2015 untuk menyempurnakan sistem yang diterapkan sebelumnya pada ISO 9001:2008.

Saat ini Loka Penelitian Penyakit Tungro (Lolittungro) menerapkan majemen Mutu  ISO 9001:2008, seiring dengan berjalannya waktu, sistim manajemen mutu ISO 9001:2008 sudah tidak relevan lagi dengan kondisi kekinian, untuk mempersiapkan sumberdaya yang mampu melayani serta sesuai dengan kebutuhan. Sebagai bentuk persiapan menerapkan sistem manajemen mutu terbaru ISO 9001:2015, Lolittungro mengadakan In House Training ISO 9001:2015.  Acara diadakan di Aula Loka Penelitian Penyakit Tungro Lanrang Rabu, 20 September 2017. Bertindak sebagai trainer yaitu Bapak Ihwan A. Patiroy, SP., MM selaku Direktur Mutu Agung Lestari Cabang Makassar yang saat merupakan lembaga Akreditasi SMM 9001 di Lolittungro.

Kegiatan IHT diikuti oleh karyawan serta peneliti Lolittungro, dalam kegiatan ini dibahas perihal persiapan penerapan ISO 9001:2015, pembahasan klausul-kalusul yang ada di ISO 900:2015, beberapa perbedaan yang ada dibandingkan ISO 2008 serta ha lain yang berkaitan dengan persiapan peralihan menuju penerapan ISO 9001:2015.

Penerapan ISO 9001:2015 sesuai dengan persyaratanyaitu memiliki waktu transisi 3 tahun semenjak terbit ISO terbaru (September 2018). Penerapan Sistem Manajemen Mutu di Lolittungro yaitu tahun 2018 Artinya, pada September 2018, sertifikat ISO 9001:2008 tidak berlaku lagi.

Beberapa penyempurnaan yang ditambahkan dalam ISO 9001:2015 diantaranya

Istilah "Dokumen" dan "rekaman" tidak lagi digunakan dalam standar ISO9001:2015. Istilah yang dipakai yakni "Informasi yang terdokumentasi". Standard ini lebih menekankan kepada informasi yang terdokumentasi baik berupa video, foto, catatan, dsb. Sealin itu ISO 9001:2015 tidak mewajibkan keberadaan “wakil maanjemen” yang harus ditunjuk secara resmi. Namun demikian apabila diinginkan keberadaanya dapat dipertahankan.

Keberadaan manual mutu pada ISO 9001:2008 wajib ada sedangkan ISO 9001:2015 ini tidak mewajibkan, karena banyak pihak yang merasa manual mutu hanyalah dokumen formalitas dan tidak memberikan manfaat tambahan. Selain itu dalam standar terbaru, tidak ada lagi istilah “produk” ISO 9001:2015 menggantinya dengan istilah  "barang (goods)" dan "jasa (services)" untuk menghindari kerancuan. (AG)