17July2018

banner3
Banner Slider
banner4
banner2

Pentingnya Alat Pelindung Diri dalam aplikasi Bahan Kimia Pertanian

       Pestisida kebanyakan digunakan di bidang pertanian, sehingga perlu diketahui bahwa penggunaan pestisida dapat menimbulkan suatu masalah kesehatan para pekerja di pertanian atau petani termasuk dalam proses pencampuran pestisida.

       Kesehatan merupakan modal utama dalam menjalani aktivitas sehari-hari, bagi petani yang aktivitasnya tidak bisa dilepaskan dari kegiatan aplikasi bahan kimia. Ancaman terpapar pestisida sangat tinggi baik pada proses pencampuran maupun aplikasi di lapangan. Pada saat berhadapan dengan pestisida, perhatian petani umumnya tertuju pada masalah pengendalian sedangkan proses penggunaan pestisida menjadi rutinitas yang seolah-olah tidak diperhatikan, padahal bahaya yang mengancam kesehatannya sangat tinggi. Kebanyakan petani di Indonesia mengetahui bahaya pestisida, namun mereka tidak peduli dengan akibatnya. Banyak sekali petani yang bekerja menggunakan pestisida tanpa menggunakan pengamanan seperti masker, topi, pakaian yang menutupi tubuh, dan lain-lain.

Pentingnya perlindungan diri dari bahaya terkena masalah akibat bahan kimia di pertanian bagi petani dibahas dalam kegiatan temu Lapang Lolittungro yang dilaksnakan pada hari Jumal, 25 Agustus 2017.  Dalam kegiatan sekolah lapang kali ini dijelsakan pentingnya Alat Pelindung Diri  (APD) dari mulai penggunaan sarung tangan, topi, masker dan pakaian yang layak sehingga bahan kimia tidak langsung terkena kulit.

         Kegiatan Sekolah Lapang ke IV difokuskan di Lokasi Kebun Percobaan, dalam kesempatan tersebut yang bertindak sebagai instruktur yaitu Bapak Irfan dan Maskur dari PT. Sygenta.Pada Kegiatan Sekolah Lapang yang ke IV ini dipraktekan perihal penggunaan APD serta pencampuran bahan kimia untuk keperluan pengendalian hama. Mengantisipasi akibat buruk dari terpaparnya dampak negatif dari bahan kimia yang digunakan dengan menggunakan APD merupakan langkah bijaksana. (AG)