24April2018

banner3
banner2
Banner Slider
banner4

Lolittungro mendapat kunjungan petani dari Baranti

Hari Selasa, 22 Agustus 2017, ditengah kesibukan beraktivitas sehari-hari, Loka Penelitian Penyakit Tungro (Lolittungro) Lanrang mendapat kunjungan petani dari Kecamatan Baranti, Sidrap

Kunjungan petani berasal dari Gabungan kelompok Tani Siamasi, Desa Tonronge, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidrap. Maksud dari kunjungan mereka yaitu untuk mencari informasi serta teknologi yang ada di Kebun Percobaan Lanrang.

“Maksud kunjungan kami ingin mengetahui varietas padi di pertanian lanrang” ujang Karman Penyuluh pendamping dalam diskusi yang berlangsung.

“Kunjungan ini merupakan kegiatan tahunan dari kelompok tani di Desa Tonronge”, menambahkan.

Kegiatan kunjungan difokuskan di kebun percobaan Lanrang, Para pengunjung diterima oleh Masnur selaku peneliti di Lolittunro menjelsakan perihal kondisi pertanaman yang saat ini sudah memasuki Fase Generatif.

Kami sengaja menerima bapak-bapak di Lokasi sehingga bisa melihat langsung produk yang dihasikan oleh Lolittungro selaku Instansi dari Badan Litbang Pertanian  yang menghasilkan teknologi, Ungkap Mansur dalam diskusi di awal.

Dalam kunjungan ini rombongan petani yang datang sebagian besar berdiskusi perihal varietas padi yang dihasilkan oleh Pertanian Lanrang. Varietas Inpari 36 dan Inpari 37 Lanrang menjadi varietas yang banyak ditanyakan petani dalam kunjungan ini. Inpari 36 dan Inpari 37 Lanrang merupakan varietas tahan tungro terbaru yang dihasilkan oleh Badan Litbang Pertanian, Lolittungro mendapatkan mandat sebagai produsen benih sumber melalui Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS) untuk menghasilkan varietas tersebut.

Mulai musim ini Lolittungro menjadi salah satu lokasi kegiatan Jarwo Super, dimana selain varietas tahan tungro seperti Inpari 36 Lanrang, Inpari 37 Lanrang, Inpari 7 Lanrang, Inpari 8 dan Inpari 9 Elo di lokasi kebun percobaan juga ditanam varietas Inpari 32 untuk kegiatan Jajar Legowo Super.

Kegiatan Jajar Legowo Super (Jarwo Super) merupakan sistim budidaya pertanaman legowo yang memiliki beberapa komponen teknologi yang ditambahkan antara lain (1) benih bermutu varietas unggul baru dengan potensi hasil tinggi, (2) biodekomposer pada saat pengolahan tanah, (3) pupuk hayati sebagai seed treatment dan pemupukan berimbang, (4) teknik pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) secara terpadu, dan (5) alat mesin pertanian terutama untuk tanam dan panen.

Selain varietas inpari yang dihasilkan lolttungro dan kegiatan Jarwo Super, petani yang datang antusias dengan varietas-varietas yang dihadirkan pada beberapa plot visitor plot, dmana beberapa varietas yang dihasilkan Badan Litbang Pertanian ditampilkan di areal tersebut.  Dengan membandngkan tanaman padi yang ditanamanya dengan yang ada di visitor plot. Dalam kesempatan tersebut tidak lupa perwakilan dari Lolittungro mengundang secara lisan untuk hadir pada acara Temu Lapang yang rencananya akan dilaksanakan pada akhir bulan Agustus 2017.

Kegiatan diakhiri dengan foto bersama di areal kantor Lolittungro untuk mengabadikan kegiatan kunjungannya.(AG)