21October2018

Banner Slider
banner4
banner2
banner3

Lakukan Sosialisasi Pengendalian Tungro, Peneliti Lolittungro Perkenalkan Vub Tahan Tungro Ke Petani di Banten


Bertempat di Desa Selapraya, Jiput, Kabupaten Pandeglang Banten, minggu pertama bulan Mei 2017, kegiatan di kantor desa terasa berbeda dikarenakan adanya kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan oleh peneliti dari Loka Penelitian Penyakit Tungro, Lanrang.  Kegiatan yang didampingi oleh POPT serta PPL setempat dilaksanakan secara sederhana, petani mengikuti kegiatan penyuluhan/soslialisasi pengendalian penyakit tungro dengan antusias walaupun hanyaberalaskan tikar.

Kegiatan sosialisasi pengendalian penyakktit tungro merupakan salah satu inisiatiaf dari peneliti Lolittungro untuk mengadakan acara tersebut, disela kegiatan penelitian yang dilaksanakan di Kabupaten Pandeglang.Penentuan Kecamatan Jiput sebagai lokasi penelitian dilihat dari record kejadian penyakit tungro di daerah Banten, yang hampir tiap musim selalui terserang penyakit tungro, berdasarkan laporan yang diperoleh dari BPTPH Banten.

Petani sangat antusias mengikuti kegiatan penyuluhan, terlihat dari pertanyaan demi pertanyaan yang dilontar, baik seputaran tungro, maupun beberapa penyakit penting padi lainnya. Selain penyuluhan, juga disepakati pembuatan demplot varietas tahan tungro di lahan petani, menggunakan varietas unggul baru tahan tungro.  Varietas tahan tungro yang telah dihasilkan Badan Litbang Pertanian diperkenalkan kepada petani dalam kegiatan tersebut, diantaranya varietas Inpari 36 Lanrang dan Inpari 37 Lanrang sebagai VUB tahan tungro terbaru.

Sekitar 2 ha areal demplot Inpari 36 Lanrang dan Inpari 37 Lanrang direncankanan akan dilakukan display pertananaman, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan gambaran akan pentingnya teknologi varietas tahan dalam mengendalikan penyakit tungro. Selain varietas,  teknologi lainnya yang rencana akan diterapkan berupa tanam serentak dan sanitasi pertanamanyang diamini oleh peserta yang hadir.

Sudah satu musim terkahir ini petani melaksanakan tanam serentak” imbuh Bai yang sudah mengabdikan diri sebagai POPT lebih dari 10 tahun di wilayah Jiput. ‘

Fausiah T. Ladja, selaku peneliti senior di Lolittungro yang menginisiasi kegiatan penyuluhan serta pelaksanaan demplot padi tahan tungro mengungkapkan baehwa penggunaan varietas tahan merupakan salah satu teknik pengendalian penyakit tungro yang relatif murah dan mudah diterima dan diterapkan oleh petani. Penggunaan Inpari 36 Lanrang dan Inpari 37 Lanrang di lokasi demplot tersebut, juga sekaligus menjadi ajang mendiseminasikan teknologi Badan Litbang Pertanian berupa varietas unggul baru tahan tungro.

“Saya sangat prihain dengan keadaan petani disini, melihat luasnya pertanaman petani yang terinfeksi virus tungro, sedangkan Badan Litbang Pertanian memiliki teknologi untuk mengendalikannya” ungkapnya dalam diskusi dengan peserta yang hadir. Beliau juga menambahkan bahwa sangatlah wajar jika pertanaman petani selalu terserang tungro, karena pola tanam yang diterapkan petani adalah pola tanam tidak serentak. Jadi setiap saat selalu tersedia “makanan” baik untuk virus maupun serangga vektornya.

Ke depan, Inpari 36 Lanrang dan Inpari 37 Lanrang diharapkan dapat sedikit demi sedikit menggantikan posisi Ciherang sebagai varietas primadona bagi petani Jiputdan sekitarnya. Selain ketahanan terhadap tungro, tingkat kerontokan varietas ini tergolong sedang, sehingga dapat menjadi pilihan bagi petani, untuk menggantikan varietas baru lainnya yang agak sulit dirontokkan. Perlu diketahui bahwa, petani jiput masih menggunakan peralatan sederhana untuk merontokkan hasil panennya. (AG)