21November2018

Banner Slider
banner2
banner4
banner3

Benih Tahan Tungro di UPBS Lolittungro

Unit Pengelola Benih Sumber Loka Penelitian Penyakit Tungro (UPBS Lolittungro) merupakan salah satu  unit pengelola benih sumber berupa produksi benih sumber yang telah diamanatkan oleh Menteri Pertanian di berbagai daerah di Indonesia. Sebagian besar UPBS yang ada di daerah merupakan bagian dari Balai-Balai penelitian Badan Litbang Pertanian seluruh Indonesia.  Begitu pula UPBS Lolittungro, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari lembaga penelitian Loka Penelitian Penyakit Tungro.

Sejak tahun 2011, UPBS Lolittungro memproduksi benih sumber sampai dengan saat ini. Produksi benih tahan tungro atau yang biasa disebut TARO dilakukan bertahap dalam dua musim tanam setiap tahunnya. Hasil kegiatan penjulan benih yang telah dilaksankanUPBS berupa benih sumber kelas benih Pokok dan benih dasar disetorkan ke negar sebagai penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

Dalam prosesnya, kegiatan produksi benih sumber di UPBS Lolittungro sama dengan produksi benih pada umumnya. Calon benih yang di lapangan berasal dari pertanaman yang telah dirawat  melalui pemeliharaan rutin, pemupukan berimbang, ketersediaan air dan hara lainnya cukup untuk pertumbuhannya. Pada saat cukup umur  panen dengan dicirikan bulir padi sudah menguning dipanen menggunakan alat panen.

Gabah yang telah dipanen diangkut ke lokasi penjemuran, kemudian dijemur sampai mencapai kadar air simpan 9-12%, kegiatan penjemuran di UPBS Lolittungro masih mengandalkan lantai jemur yang dimiliki oleh UPBS dengan kapaasitas jemur 3 ton/hari.

Proses selanjutnya calon benih yang telah kering diproses lanjut unutk memisahkan gabah hampa menggunakan alat pembersih benih (Seed Cleaner). Tahap selanjutnya yaitu pengemasan dalam kantong 5 Kg. Namun sebelum di kemas, calon benih yang sudah bersih disimpan dalam karung ukuran 80 Kg dalam gudang untuk proses sertifikasi dari Balai Pengujian dan Sertifikasi Benih Provinsi Sulawesi Selatan.

Varietas tahan tungro yang diproduksi di UPBS Lolittungro diantaranya yaitu Inpari 7 Lanrang, Inpari 8, Inpari 9 Elo serta varietas baru Inpari 36 Lanrang dan Inpari 37 Lanrang. Mulai tahun 2018, UPBS Lolittungro juga memproduksi dalam skala kecil varietas unggul baru Badan Litbang Pertanian seperti Inpari 32, Inpari 42 dan Inpari 43.