17December2018

banner3
banner2
Banner Slider
banner4

Screening Galur Padi Untuk Mendapatkan Galur Tahan Tungro

Screening atau seleksi  merupakan salah satu kegiatan dalam rangkaian pemuliaan tanaman berupa pemilihan terhadap suatu genotip dari suatu populasi. Populasi tanaman dapat berupa  galur-galur hasil persilangan atau populasi yang berasal dari seleksi sebelumnya. Loka Penelitian Penyakit Tungro merupakan salah satu pelaksana kegiatan seleksi berupa galur-galur tahan tungro.

Kegiatan screening  tungro merupakan tahap awal kegiatan penciptaan varietas padi tahan tungro. Tanaman padi yang diseleksi/screen melalui penanaman di lapangan metode tertentu sehingga cekaman tungro secara maskimal terhadap galur yang diujikan.

Kondisi pertanaman yang sedemikian, sehingga cekaman tungro dapat diperoleh pada tanaman uji diantaranya dengan menanam galur uji pada puncak/ periode kritis penyebaran tungro, juga kegiatan tanam diluar musim tanam menjadikan cekaman tungro dapat maksimal.

Kebun Percobaan Lanrang, Lolittungro  merupakan lokasi kegiatan screening tungro yang selama ini digunakan untuk mendapatkan galur-galur harapan tahan tungro. Kegiatan ini dilakukan dua musim yaitu Musim Hujan (MH) dan Musim kemarau (MK). Lokasi khusus untuk kegiatan ini ditempatkan pada lokasi dimana wereng hijau selaku vektor penyakit tungro selalu ada diantarnya melalui penanaman tanaman rentan tungro yang ditanaman tiap bulan. Penggunaan tanaman rentan terkena tungro dimaksudkan sebagai  sumber inokulum penyebaran tungro bagi pertanaman sekitarnya, serta untuk memonitor perkembangan serangga vektor tungro serta serangga lain.

 Penanaman tanaman sumber inokulum menyesuaikan dengan waktu tanam sebelum pertanaman galur yang diujikan, hal ini untuk memperoleh sumber inokulum yang siap “menulari” galur yang diuji.  Salah satu tanaman padi yang rentan/ tidak tahan tungro yang ditanam sebagai sumber inokulum tungro di KP. Lanrang yaiu Taichung Native 1 (TN1), merupakan satu varietas introduksi  yang tidak memiliki gen ketahanan terhadap tungro.

Selain menggunakan seleksi lapangan, kegiatan penularan juga dilakukan di rumah kaca dengan menularkan virus tungro secara buatan dengan menggunakan vektor penular tungro yang dikoleksi di rumah kaca lolittungro.

Tanaman padi yang masih berbentuk galur setelah melewati screening tungro di lapangan sampai beberapa kali tanam dipedigree sesuai dengan hasil seleksi berdasarkan penampakan agronomis serta ketahanan tananam terhadap tungro di lapangan berdasarkan skoring sesuai standar SES IRRI, 2002.

Galur hasil dari seleksi berdasarkan pedigree yang paling sesuai dengan karakter yang diamati kemudian memasuki tahap obervasi , selanjutnya galur yang terseleksi diuji kembali ketahanan terhadap tungro  di rumah kaca serta preferensi wereng hijau terhadap galur yang terpilih sebelum memauski tahap pengujian lapangan berupa pengujain hasil pendahuluan (UDHP), uji daya hasil lanjutan (UDHL) dan terakhir  uji multi lokasi (UML) sebelum dilepas sebagai sebuah varietas tahan tungro.