17July2018

banner4
banner3
Banner Slider
banner2

Perhatikan Petani Terdampak Banjir, Mentan Kunjungi Wajo

Banjir yang terjadi di Beberapa wilayah di Sulawesi Selatan beberapa waktu yang lalu  menyebabkan dampak kerugian yang tidak sedikit, seperti terhadap petani di wilayah terdampak banjir menyebabkan petani gagal panen.  Banjir yang melanda wilayah Sulawesi Selatan diakibatkan oleh instensitas hujan yang tinggi sehingga meluapnya beberapa danau diantarnaya Danau Tempe dan Danau Sidenreng. Beberapa Kabupaten sekitar Danau yaitu Kabupaten Wajo, Soppeng dan Sidrap menjadi wilayah yang terdampak bencana banjir tersebut.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, pada hari Senin, 9 Juli 2017 melaksanakan kunjungan kerjanya di Sulawesi Selatan diantanrya ke wilayah terdampak banjir di Kelurahan Macero, Kecamatan Belawa, Kabupaten Wajo. Dalam kesempatan tersebut Mentan memberikan bantuan Sarana dan prasarana pertanian kepada petani diantaranya bantuan benih padi sebanyak 189,7 ton, Pompa sebanyak 5 unit, Traktor roda 4 sebanyak 1 unit, bantuan pupuk untuk pertanaman padi sebanyak 379, 5 ton. Selain itu diberikan pula Asuransi Pertanian kepada satu Poktan terdampak banjir Kecamatan Belawa.

Berdasarkan pertanaman periode April-September 2018 di Kabupaten Wajo dari total luas 91.126 ha pertanaman padi, seluas 7.591 ha areal sawah terdampak banjir sehingga mengakibatkan gagal panen. Lokasi terdampak banjir berada di Kecamatan Tempe, Tanasitolo, Maniangpajo, Belawa, Sabbangparu, Pammana, Majauleng, dan Bola.

Mentan dalam kunjungannya didampingi oleh pejabat dari Kementerian Pertanian menyatakan bahwasanya Bantuan ini merupakan intruksi langsung Bapak Presiden. "Banteuan untuk korban terdampak banjir ini merupakan intruksi langsung dari Bapak Jokowi" ungkap Mentan. Diperkirakan kerugian  akibat banjir di Kabupaten wajo mencapai 190 M dengan harga gabah 4.200/kg.  Selain kunjungan kerja di Kabupaten Wajo, direncanakan keesokan harinya mentan akan mengunjungi Kabupaten Sopeng dengan agenda yang sama.