19August2018

Banner Slider
banner3
banner4
banner2

Dukung Tahun Perbenihan, BALITBANGTAN Berikan Benih TARO Secara Gratis

Benih merupakan salah satu komponen teknologi pertanian dimana perannya sangat signifikan dalam meningkatkan produktivitas tanaman. Pada tahun 2018, Kementerian Pertanian mencanangkan sebagai tahun perbenihan, yang merupakan usaha penyediaan benih unggul bagi petani untuk meningkatkan produktivitas tanaman.

Guna mendukung program Kementan, Badan Litbang Pertanian selaku institusi penghasil inovasi teknologi pertanian mendukung program tersebut melalui pemenuhan kebutuhan benih nasional sebesar 40%. Melalui UPBS Balit/Lolit di daerah yang tersebar hampir di seluruh Indonesia, Badan Litbang menempatkan diri sebagai produsen benih berkualitas untuk mendukung program Kementerian Pertanian.

Melalui kegiatan Produksi Benih untuk Percepatan Diseminasi Varietas Unggul, Badan Litbang hadir untuk menjawab kebutuhan benih berkualitas bagi petani. Benih TARO (tahan tungro) merupakan salah satu benih yang diproduksi Badan Litbang melalui UPBS Loka Penelitian Penyakit Tungro (Lolittungro) untuk meningkatkan produktivitas padi terutama di daerah endemis untuk mengendalikan tungro. Inpari 7 Lanrang, Inpari 8 dan Inpari 9 Elo merupakan beberapa benih TARO yang sudah terlebih dahulu hadir ditengah-tengah petani sejak dirilis tahun 2009 lalu. Pada tahun 2015 Badan Litbang Pertanian menghasilkan varietas baru Inpari 36 Lanrang dan Inpari 37 Lanrang untuk melengkapi beragamnya kebutuhan benih tahan tungro yang sesuai dengan tingkat preferensi petani pada berbagai daerah di Indonesia.

Tercatat sebanyak 63 ton lebih benih TARO kelas Benih Sebar (BR) produksi Musim Tanam I 2017/2018 telah didistribusikan secara gratis melalui kegiatan bantuan benih gratis diseminasi. Titik distribusi benih TARO berada pada sentra produksi padi di Sulawesi Selatan diantaranya Kabupaten Sidrap, Wajo, Pinrang, Bone, Soppeng, Sinjai, Maros dan Pangkep.  Bantuan benih gratis melalui Poktan dan Dinas Pertanian di wilayah Sulawesi Selatan dilakukan sebagai upaya peningkatan produksi padi melalui pengendalian tungro dengan memanfaatkan varietas unggul baru tahan tungro.

Selain mendistibusikan benih langsung kepada petani di wilayah Sulawesi Selatan, Lolittungro melalui kegiatan diseminasi bekerja sama dengan BPTP Bali dan Papua melaksanakan demfarm pengendalian tungro untuk mendiseminasikan VUB TARO sebagai upaya pengendalikan tungro di daerah tersebut. Diharapkan benih yang dihasilkan dapat diperbanyak dan berkembang untuk mengendalikan tungro daerah tersebut. Sampai dengan saat ini sejumlah 3 ton lebih benih TARO telah didistribusikan di luar Sulawesi Selatan sebagai upaya pengendalian tungro.

Channel diseminasi pengendalian tungro selain melalui kegiatan diseminasi, juga  memanfaatkan seluruh saluran yang ada untuk memperkenalkan teknologi pengendalian tungro kepada petani diantaranya melalui kegiatan survey/penelitian. Lolittungro setiap kesempatan kunjungan ke daerah dalam kegiatan penelitian tidak ketinggalan mendiseminasikan benih taro kepada dinas/petani setempat. Seperti halnya pada tahun ini kegiatan penelitian di Provinsi Jambi, Maluku Utara, Kalimantan Utara dan Bangka Belitung, selain melaksanakan penelitian, para peneliti juga membawa benih taro untuk mengendalikan tungro di daerah tersebut. Hal ini menjadi nilai tambah tersendiri bagi Lolittungro sehingga tidak hanya mendapatkan informasi dan teknologi di lokasi kegiatan, namun juga mendapatkan hasil ganda dari satu kegiatan.

Pada tahun 2018 dari dua musim tanam direncanakan akan memproduksi 200 ton benih yang akan diberikan gratis kepada petani. Selain itu melalui UPBS Lolittungro, penyediaan benih sumber berkualitas kelas benih pokok (SS) tetap dilakukan untuk kebutuhan perbanyakan benih sebar bagi petani yang membutuhkan.

Produksi benih untuk pemenuhan kebutuhan benih berkualitas masih terus dilakukan secara berkala di UPBS Lolittungro. Saat ini produksi benih berlanjut di MT II 2018 untuk menggenapi target produksi tahun 2018.