25May2018

banner4
banner2
banner3
Banner Slider

Tungro Ditemukan di Wilayah Perbatasan

Kabupaten Nunukan merupakan salah satu daerah yang mungkin tidak asing ditelinga. Wilayah yang saat ini merupakan bagian dari Provinsi termuda di Indonesia, Kalimantan Utara. Kaltara begitu disingkat merupakan provinsi termuda pemekaran dari Kalimantan Timur. Menjadi tempat hilir mudik transit dari negara Malaysia ataupun sebaliknya menjadikan wilayah ini sangat strategis keberadaanya.

Melihat potensi tanaman pangan yang besar di Kalimantan Utara khusunya padi, kendala penurunan produksi akibat serangna hama dan penyakit menjadi masalah yang patut diantisipasi bersama. Loka Penelitian Penyakit Tungro selaku Unik kerja Kementerian Pertanian berusaha semaksimal munkgin berkontribusi melalui usaha pengamanan produksi dengan teknologi  dan informasi yang dimiliki melalui berbagai media. Disela kegiatan penelitian rutin dimana tahun ini dilaksanakan di Kaltara, Lolittungro melakukan diseminasi VUB dan kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan di Aula Dinas Pertanian Kabupaten Nunukan pada Rabu, 02/05.

Melihat potensi pangan yang besar, tingginya potensi penurunan produksi akibat serngan HPT khusunya padi Dr. Fausiah selaku kepala Lolittungro sekaligus ketua rombongan tim peneliti dari Lolittungro berinisiatif untuk mengadakan bimbingan teknis serta sosialisasi pengendalian penyakit tungro dan hama lainnya. Didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Nunukan acara sosialisasi dihadiri oleh penyuluh dan POPT serta Babinsa Kabupaten Nunukan, Kaltara.

Gayung bersambut, Kepala Dinas Pertanain dan Penyuluhan Kabupaten Nunukan mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi oleh Lolittungro. Walaupun dilaksanakan secara sederhana namun pesan melalui materi yag dibawakan tersampaikan kepada peserta yang hadir. Materi pengendalian tungro serta pengenalan teknologi penyakit menjadi topik bahasan dalam rangkaian kunjungan di Nunukan. Tidak ketinggalan pula dalam kesempatan ini dilakukan diseminasi VUB tahan tungro Inpari 36 Lanrang dan Inpari 37 Lanrang untuk ditanam dan diperbanyak oleh petani melalui koordinasi Dinas setempat.